ASPEK.ID – Penyerang kelas dunia Erling Haaland dan Kylian Mbape akan menghadapi ujian ketajaman saat tim nasional Norwegia dan Prancis bertemu dalam laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Boston, Amerika Serikat, Sabtu (27/6) WIB.
Kedua striker elite itu merupakan mesin gol dengan masing-masing membukukan empat gol dalam dua pertandingan di fase gugur. Perolehan gol itu menempatkan kedua pemain dalam jajaran kandidat kuat peraih Sepatu Emas di Piala Dunia kali ini.
Haaland yang menjalani debutnya di Piala Dunia merupakan ujung tombak utama Norwegia. Penyerang berusia 25 tahun itu dikenal memiliki kekuatan fisik dan insting mencetak gol di area penalti.
Dengan dukungan kreativitas Martin Odegaard dan kecepatan Antonio Nusa, Haaland konsisten menjadi ancaman di kotak penalti dan berperan besar dalam produktivitas Singa-Singa Nordik yang telah mencetak tujuh gol dalam dua laga.
Kini, Haaland akan menghadapi ujian yang lebih berat yaitu menembus pertahanan Prancis yang dikawal bek-bek berpengalaman seperti William Saliba, Antonio Rudiger, dan Ibrahimovic Konate.
Lini belakang Si Biru sejauh ini menunjukkan performa yang konsisten dalam membendung gempuran lawan karena hanya kebobolan satu gol.
Sebaliknya, pertahanan Norwegia justru masih meninggalkan pekerjaan rumah yang harus dibereskan karena sudah tiga kali kebobolan. Lini belakang Norwegia yang dikawal Kristoffer Ajer dan kawan-kawan harus bersiap menghadapi gempuran yang berpotensi lebih dahsyat saat menghadapi Prancis.
Prancis memiliki motor serangan yang berbahaya yaitu Kylian Mbappe. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan penyelesaian akhir Mbappe membantu Prancis mencetak enam gol dalam dua laga.
Striker 27 tahun itu tidak hanya menjadi ujung tombak tetapi juga berperan menjaga keseimbangan antara efektivitas menyerang dan kontrol permainan Prancis.
Ketajaman Mbappe tidak terlepas dari dukungan para pemain terbaik Prancis di lini depan. Kehadiran Ousmane Dembele di sektor sayap memberikan ancaman melalui kecepatan dan kemampuan menggiring bola, sementara Michael Olise menawarkan kreativitas serta umpan-umpan akurat yang kerap membuka ruang bagi rekan setimnya.
Kemampuan menggempur kedua tim juga akan ditentukan dari persaingan di lini tengah. Di kubu Norwegia, kapten Odegaard akan menjadi otak permainan. Visi bermain, akurasi umpan, dan kemampuannya menemukan ruang akan menjadi senjata utama Norwegia membongkar pertahanan Prancis.
Namun, Odegaard diperkirakan mendapat tekanan ketat dari lini tengah Prancis yang dihuni para pemain dengan kemampuan fisik dan teknik mumpuni seperti Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga.
Norwegia dan Prancis memang sudah memastikan tiket ke fase gugur setelah masing-masing memetik dua kemenangan atas Senegal dan Irak. Namun, hasil laga terakhir di fase grup akan memengaruhi jalur kedua tim babak gugur. Finis sebagai juara grup berpotensi memberikan lawan yang lebih ringan dibandingkan jika lolos sebagai runner-up.
Di atas kertas, Prancis memang lebih diunggulkan karena memiliki kedalaman skuad yang lebih merata di setiap lini serta dihuni banyak pemain yang bermain untuk klub-klub elite Eropa.
Meski demikian, Norwegia bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asuhan Stale Solbakken mereka memiliki lini tengah yang kreatif dan predator gol yang mampu menjadi ancaman bagi pertahanan mana pun, terutama melalui serangan balik cepat. []
Perkiraan susunan pemain
Norwegia: Orjan Nyland; Marcus Pedersen, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe; Martin Odegaard, Sander Berge, Fredrik Aursnes; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa.
Prancis : Mike Maignan; Jules Kounde, William Saliba, Dayot Upamecano, Theo Hernandez; Adrien Rabiot, Aurelien Tchouameni, Michael Olise; Ousmane Dembele, Desire Doue, Kylian Mbappe.
























