• Latest
  • Trending
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras, Sampai Masuk Rumah Sakit

Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras, Sampai Masuk Rumah Sakit

GELOMBANG ELEKTORAL JOKOWI: 2029 SAATNYA BERGESER KE PSI

Koreksi Desain IKN, Prabowo Fokus Ketahanan Lingkungan dan Bencana

Istana Ungkap Ada Kejutan di Pidato Prabowo, Masyarakat Diminta Simak Utuh

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Ada Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU, Ini Syarat Ikut Promo MyPertamina

Krakatau Steel Resmi Luncurkan Logo Baru

Peneliti Apresiasi Danantara Sukses Restrukturisasi Krakatau Steel dan Kimia Farma

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Hari ini Prabowo Pidato Sampaikan RUU APBN 2027-Nota Keuangan

Butik Emas Logam Mulia Surabaya 1 Pindah Alamat

Purbaya Ungkap Penyebab Penyelundupan Emas Makin Ramai

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Bank Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran KUR Rp169 Triliun

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

by Aspek
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

[Ilustrasi | Pixabay]

Jakarta – Financial Planner Andi Nugroho menjelaskan seseorang yang “makan” tabungan menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Hal ini terutama jika penghasilan sangat mepet atau bahkan lebih kecil dari kebutuhan sehari-hari. 

“Fenomena seseorang yang harus bertahan hidup dengan cara “makan” dari tabungannya menjadi hal yang tidak terelakkan apabila ternyata penghasilannya dirasa mepet banget atau bahkan lebih kecil dibandingkan dengan berbagai pengeluaran dan kebutuhannya,” kata Andi Rabu (12/8/2026) dikutip dari kompas.

BacaJuga

Prabowo: Menteri Saya Kerja Keras, Sampai Masuk Rumah Sakit

Istana Ungkap Ada Kejutan di Pidato Prabowo, Masyarakat Diminta Simak Utuh

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Ada Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU, Ini Syarat Ikut Promo MyPertamina

Peneliti Apresiasi Danantara Sukses Restrukturisasi Krakatau Steel dan Kimia Farma

Hari ini Prabowo Pidato Sampaikan RUU APBN 2027-Nota Keuangan

Selain itu, menurutnya pilihan mengambil uang tabungan lebih logis dan aman untuk dilakukan dibanding berhutang. 

“Hal tersebut masih merupakan pilihan yang logis dan aman untuk diambil, dibandingkan dengan harus berhutang,” kata Andi. 

Meski begitu pilihan tersebut memang berisiko membuat tabungan lambat laun semakin menipis. 

“Risikonya memang ketika pilihan tersebut diambil maka lambat laun tabungannya akan semakin menipis dan orang tersebut harus memulai lagi dari awal tabungannya,” kata Andi.

Untuk membangun kembali fondasi keuangan, Andi menyarankan dua hal yang dapat dilakukan. 1. Memiliki sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari Hal pertama yang dilakukan adalah memiliki sumber penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Halaman:

2. Meminimalkan hutang

Andi menyarankan untuk meminimalkan berhutang. Apabila, berhutang, maka dapat segera dilunasi secara bertahap.

“Bila selama ini punya hutang maka segera lunasi meskipun secara bertahap dan perlu waktu,” kata Andi.

Andi mengatakan, dalam fase tersebut, kesabaran dan disiplin menjadi kunci untuk membangun fondasi keuangan yang baik. 

“Yaitu disiplin dalam menyelesaikan hutang dan disiplin dalam membelanjakan uangnya hanya untuk hal hal yang bersifat penting dan wajib, sekaligus disiplin menabung,” kata Andi.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

Jakarta - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurrahman menilai utang pemerintah...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: RI Masuk  20 Negara Terbesar Utang di Dunia, Nomor 1 AS

Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia pada...

BGN Punya Utang Rp 1,6 Triliun

Jakarta -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebutkan utang lembaga yang dipimpinnya sebesar Rp 1,6 triliun. Sudaryono menilai kewajiban...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In