• Latest
  • Trending
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Indosat Ooredoo PHK 677 Karyawan

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Tiru China, RI Jaring 17 Juta Turis Asing

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Mengapa Mulut Terbuka saat Tidur?

Kurang Gerak Picu Penurunan Fungsi Otak

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah: Tidak Ada Pajak Rumah Sewa

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Tekankan BUMN Jangan Cuma Jadi Pemain Lokal

RI Kena Tarif AS 10 persen, Mendag; Negara Lain 12 Persen

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Tak Terima Gugatan Penghapusan Kuota Haji Khusus

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

RI Punya Potensi Besar Mineral Tanah Jarang, Danantara Ungkap Kendalanya

Sakit Hati Kerap Diejek, Pria di Kukar Bakar Kantor Diskominfo

Sakit Hati Kerap Diejek, Pria di Kukar Bakar Kantor Diskominfo

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

by Aspek
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

[Ilustrasi | Pixabay]

Jakarta – Financial Planner Andi Nugroho menjelaskan seseorang yang “makan” tabungan menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Hal ini terutama jika penghasilan sangat mepet atau bahkan lebih kecil dari kebutuhan sehari-hari. 

“Fenomena seseorang yang harus bertahan hidup dengan cara “makan” dari tabungannya menjadi hal yang tidak terelakkan apabila ternyata penghasilannya dirasa mepet banget atau bahkan lebih kecil dibandingkan dengan berbagai pengeluaran dan kebutuhannya,” kata Andi Rabu (12/8/2026) dikutip dari kompas.

BacaJuga

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Kurang Gerak Picu Penurunan Fungsi Otak

Pemerintah: Tidak Ada Pajak Rumah Sewa

Selain itu, menurutnya pilihan mengambil uang tabungan lebih logis dan aman untuk dilakukan dibanding berhutang. 

“Hal tersebut masih merupakan pilihan yang logis dan aman untuk diambil, dibandingkan dengan harus berhutang,” kata Andi. 

Meski begitu pilihan tersebut memang berisiko membuat tabungan lambat laun semakin menipis. 

“Risikonya memang ketika pilihan tersebut diambil maka lambat laun tabungannya akan semakin menipis dan orang tersebut harus memulai lagi dari awal tabungannya,” kata Andi.

Untuk membangun kembali fondasi keuangan, Andi menyarankan dua hal yang dapat dilakukan. 1. Memiliki sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari Hal pertama yang dilakukan adalah memiliki sumber penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Halaman:

2. Meminimalkan hutang

Andi menyarankan untuk meminimalkan berhutang. Apabila, berhutang, maka dapat segera dilunasi secara bertahap.

“Bila selama ini punya hutang maka segera lunasi meskipun secara bertahap dan perlu waktu,” kata Andi.

Andi mengatakan, dalam fase tersebut, kesabaran dan disiplin menjadi kunci untuk membangun fondasi keuangan yang baik. 

“Yaitu disiplin dalam menyelesaikan hutang dan disiplin dalam membelanjakan uangnya hanya untuk hal hal yang bersifat penting dan wajib, sekaligus disiplin menabung,” kata Andi.

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: RI Masuk  20 Negara Terbesar Utang di Dunia, Nomor 1 AS

Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia pada...

BGN Punya Utang Rp 1,6 Triliun

Jakarta -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebutkan utang lembaga yang dipimpinnya sebesar Rp 1,6 triliun. Sudaryono menilai kewajiban...

Hari Ini, Menkeu Lelang 7 Surat Utang Jatuh Tempo 2048

Hashim: Prabowo  Bakal Tambah Utang

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penambahan utang pemerintah pada era presiden terpilih Prabowo Subianto akan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In