Jakarta – Financial Planner Andi Nugroho menjelaskan seseorang yang “makan” tabungan menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Hal ini terutama jika penghasilan sangat mepet atau bahkan lebih kecil dari kebutuhan sehari-hari.
“Fenomena seseorang yang harus bertahan hidup dengan cara “makan” dari tabungannya menjadi hal yang tidak terelakkan apabila ternyata penghasilannya dirasa mepet banget atau bahkan lebih kecil dibandingkan dengan berbagai pengeluaran dan kebutuhannya,” kata Andi Rabu (12/8/2026) dikutip dari kompas.
Selain itu, menurutnya pilihan mengambil uang tabungan lebih logis dan aman untuk dilakukan dibanding berhutang.
“Hal tersebut masih merupakan pilihan yang logis dan aman untuk diambil, dibandingkan dengan harus berhutang,” kata Andi.
Meski begitu pilihan tersebut memang berisiko membuat tabungan lambat laun semakin menipis.
“Risikonya memang ketika pilihan tersebut diambil maka lambat laun tabungannya akan semakin menipis dan orang tersebut harus memulai lagi dari awal tabungannya,” kata Andi.
Untuk membangun kembali fondasi keuangan, Andi menyarankan dua hal yang dapat dilakukan. 1. Memiliki sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari Hal pertama yang dilakukan adalah memiliki sumber penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Halaman:
2. Meminimalkan hutang
Andi menyarankan untuk meminimalkan berhutang. Apabila, berhutang, maka dapat segera dilunasi secara bertahap.
“Bila selama ini punya hutang maka segera lunasi meskipun secara bertahap dan perlu waktu,” kata Andi.
Andi mengatakan, dalam fase tersebut, kesabaran dan disiplin menjadi kunci untuk membangun fondasi keuangan yang baik.
“Yaitu disiplin dalam menyelesaikan hutang dan disiplin dalam membelanjakan uangnya hanya untuk hal hal yang bersifat penting dan wajib, sekaligus disiplin menabung,” kata Andi.














