• Latest
  • Trending
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Menkeu Suahasil: DJBC Sita 353 Kg Emas Ilegal Sepanjang 2026

1,6 Miliar Warga Dunia Nonton WSBK Sirkuit Mandalika

Nasib MotoGP Mandalika hingga 2031 Ada di Tangan Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Menguat di Awal Pekan, Dibuka di Level 6.109

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan Warga Pakistan, 11 Orang Luka

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, 907 Batal dan Ditunda

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

BGN Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG, Pelaku Janjikan SPPG Kilat

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Tips Jitu Ubah Duit Rp 1 Juta Jadi Rp 1 Miliar!

Ratusan Ribu Jamaah Haji Dikeluarkan dari Mekkah

Kemenhaj Minta Jemaah Umrah & WNI Jangan Dekati Lokasi Rawan di Arab Saudi

Bandara Arab Dihantam Rudal, Penerbangan Terhenti

Bandara Arab Dihantam Rudal, Penerbangan Terhenti

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

LSM Gugat Indonesia Dinilai Lalai Padamkan Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

by Aspek
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

[Ilustrasi | Pixabay]

Jakarta – Financial Planner Andi Nugroho menjelaskan seseorang yang “makan” tabungan menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Hal ini terutama jika penghasilan sangat mepet atau bahkan lebih kecil dari kebutuhan sehari-hari. 

“Fenomena seseorang yang harus bertahan hidup dengan cara “makan” dari tabungannya menjadi hal yang tidak terelakkan apabila ternyata penghasilannya dirasa mepet banget atau bahkan lebih kecil dibandingkan dengan berbagai pengeluaran dan kebutuhannya,” kata Andi Rabu (12/8/2026) dikutip dari kompas.

BacaJuga

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Menkeu Suahasil: DJBC Sita 353 Kg Emas Ilegal Sepanjang 2026

Nasib MotoGP Mandalika hingga 2031 Ada di Tangan Prabowo

IHSG Menguat di Awal Pekan, Dibuka di Level 6.109

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan Warga Pakistan, 11 Orang Luka

Selain itu, menurutnya pilihan mengambil uang tabungan lebih logis dan aman untuk dilakukan dibanding berhutang. 

“Hal tersebut masih merupakan pilihan yang logis dan aman untuk diambil, dibandingkan dengan harus berhutang,” kata Andi. 

Meski begitu pilihan tersebut memang berisiko membuat tabungan lambat laun semakin menipis. 

“Risikonya memang ketika pilihan tersebut diambil maka lambat laun tabungannya akan semakin menipis dan orang tersebut harus memulai lagi dari awal tabungannya,” kata Andi.

Untuk membangun kembali fondasi keuangan, Andi menyarankan dua hal yang dapat dilakukan. 1. Memiliki sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari Hal pertama yang dilakukan adalah memiliki sumber penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Halaman:

2. Meminimalkan hutang

Andi menyarankan untuk meminimalkan berhutang. Apabila, berhutang, maka dapat segera dilunasi secara bertahap.

“Bila selama ini punya hutang maka segera lunasi meskipun secara bertahap dan perlu waktu,” kata Andi.

Andi mengatakan, dalam fase tersebut, kesabaran dan disiplin menjadi kunci untuk membangun fondasi keuangan yang baik. 

“Yaitu disiplin dalam menyelesaikan hutang dan disiplin dalam membelanjakan uangnya hanya untuk hal hal yang bersifat penting dan wajib, sekaligus disiplin menabung,” kata Andi.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

ASPEK.ID, AMERIKA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva menuturkan perekonomian global saat ini tengah dihadapkan pada tiga...

PT Bukit Asam Tbk Tambah Utang Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

PT Bukit Asam Tbk Tambah Utang Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

  ASPEK.ID, JAKARTA  - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapatkan fasilitas pembiayaan Rp6 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)...

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Pengamat Puji Prabowo Bisa Lunasi Utang BLBI dalam Waktu Dua Tahun

  ASPEK.ID, JAKARTA:  Apresiasi tinggi layak diberikan kepada Pemerintahan Prabowo Subianto, karena bisa melunasi seluruh sisa utang obligasi Bantuan Likuiditas...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In