ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merespons gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan ambulans udara bagi masyarakat di wilayah terpencil. BRIN menilai teknologi pesawat N219 dan varian amfibinya, N219A, berpotensi mendukung program tersebut.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pihaknya tengah mematangkan ekosistem teknologi N219 bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat tersebut dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk evakuasi medis dan logistik di wilayah yang sulit dijangkau.
“Menjawab visi ambulans terbang dan logistik medis masa depan, BRIN bersandar pada keunggulan teknologi kedirgantaraan nasional. Kami mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya (N219A),” kata Arif, Selasa (18/8/2026).
N219 memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL) sehingga dapat beroperasi di landasan yang relatif pendek. Kemampuan ini dinilai sesuai untuk mendukung layanan kesehatan di daerah yang tidak memiliki bandara dengan landasan panjang.
Sementara itu, N219A dikembangkan sebagai pesawat amfibi yang dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas di wilayah perairan. Karakteristik tersebut membuka peluang pemanfaatannya untuk menjangkau masyarakat di kawasan kepulauan maupun daerah dengan keterbatasan akses transportasi darat.
Selain mengembangkan pesawat berawak, BRIN juga menyiapkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE. Pesawat nirawak tersebut dirancang mampu terbang hingga 24 jam nonstop dengan jangkauan kendali Beyond Line of Sight (BLOS) sekitar 2.000 kilometer.
Menurut Arif, teknologi nirawak tersebut ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk pemantauan wilayah dan dukungan logistik dalam kondisi darurat.
“Platform nirawak berdaya jelajah tinggi ini memberikan sistem yang mandiri dan andal untuk berbagai misi kritis, dari pemantauan taktis hingga proyeksi logistik darurat pada masa depan,” ujarnya.
Gagasan Ambulans Udara Prabowo
Gagasan penyediaan ambulans udara sebelumnya disampaikan Prabowo saat memberikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan pemerintah akan menyiapkan ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil. Armada tersebut ditujukan untuk mempercepat proses evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan medis, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil.
Menurut Prabowo, masih ada masyarakat yang harus menempuh perjalanan selama 7 hingga 9 jam untuk memperoleh layanan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera, termasuk ibu hamil.
“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, dan bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” kata Prabowo.
Dengan pengembangan N219 dan N219A, BRIN melihat teknologi kedirgantaraan nasional dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem ambulans udara yang tengah digagas pemerintah. Pesawat dengan kemampuan beroperasi di landasan pendek maupun perairan tersebut dinilai memiliki potensi untuk memperluas jangkauan layanan medis ke berbagai daerah yang selama ini sulit dijangkau. []














