Jakarta- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajukan tambahan anggaran riset sebesar Rp1 triliun sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menambah dana riset nasional sebesar Rp4 triliun.
Dana tersebut akan diprioritaskan untuk revitalisasi laboratorium hingga penguatan infrastruktur riset strategis. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Presiden memang tidak menyampaikan secara eksplisit tambahan anggaran tersebut saat berdialog dengan 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, arah kebijakan terkait penambahan dana riset telah diberikan kepada kementerian terkait.
“Beliau memang tidak memberikan statement secara eksplisit terkait soal pendanaan riset, akan tetapi beliau sudah memberikan policy akan ada tambahan Rp4 triliun dana riset,” ujar Arif.
Arif menjelaskan BRIN bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tengah menyusun proposal pembagian tambahan anggaran tersebut.
Menurutnya, BRIN mengusulkan memperoleh porsi Rp1 triliun dari total tambahan dana riset Rp4 triliun, sedangkan sekitar Rp3 triliun dialokasikan untuk Kemendiktisaintek.
“Kami sudah menyampaikan proposal tersebut untuk tambahan Rp1 triliun dana riset,” katanya.
Arif menilai tambahan anggaran Rp1 triliun sudah memadai karena BRIN juga memiliki sumber pendanaan lain, seperti dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan dana abadi penelitian.
“Kami Rp1 triliun sudah cukup karena kami juga punya sumber-sumber lain dari LPDP, dari dana abadi penelitian yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.
Arif mengatakan tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur riset nasional, terutama melalui revitalisasi sejumlah laboratorium BRIN. Revitalisasi itu mencakup fasilitas riset nuklir, antariksa, dan berbagai laboratorium lainnya guna meningkatkan kualitas penelitian nasional.
“Beberapa hal yang kita bangun adalah infrastruktur. Karena kita akan melakukan revitalisasi sejumlah fasilitas laboratorium BRIN, baik fasilitas nuklir maupun fasilitas untuk antariksa, kemudian juga laboratorium-laboratorium agar kualitas riset kita semakin baik,” katanya.















