• Latest
  • Trending
Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

by Aspek
Agustus 30, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

 

 

ASPEK.ID, JOMBANG – Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak lagi menggunakan sistem one man one vote. Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).

BacaJuga

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, setelah muktamirin melakukan pemungutan suara hingga Minggu (30/8/2026) dini hari.

 

Pimpinan Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan, keputusan tersebut membuat pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui mekanisme penjaringan dan penetapan secara berjenjang bersama AHWA.

“Inilah realitas yang harus kita terima,” ujar Prof. M. Nuh di hadapan seluruh peserta Muktamar usai penghitungan suara selesai.

Prof. Nuh menjelaskan, setiap utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), maupun Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) berhak mengusulkan sebanyak-banyaknya lima nama bakal calon Ketua Umum PBNU.

“Dari nama-nama yang diusulkan oleh masing-masing cabang itu kemudian ditabulasi untuk dicari lima nama terbesar,” terang Prof. Nuh  dikutip dari Kompas.

Kelima nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Rais ‘Aam terpilih untuk mendapatkan restu dan persetujuan tertulis.

Sembilan anggota AHWA yang dipilih oleh para muktamirin akan menggelar musyawarah internal untuk menetapkan Rais ‘Aam Syuriyah PBNU. Dengan demikian, Rais ‘Aam akan ditetapkan lebih dahulu sebelum proses pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan.

“Pertama Rais ‘Aam dulu. Setelah Rais ‘Aam terpilih, baru kita proses pencalonan Ketua Umum. Setelah lima nama terbesar mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais ‘Aam, AHWA kembali bersidang bersama Rais ‘Aam terpilih untuk menetapkan siapa Ketua Umum PBNU,” jelas Prof. Nuh.

 

AHWA bersama Rais ‘Aam terpilih nantinya menjadi pihak yang menetapkan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dari lima nama yang telah melalui proses penjaringan dan mendapatkan persetujuan tertulis Rais ‘Aam.

 

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In