• Latest
  • Trending
PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Tujuh Jurus Pemda Memperkuat Ketahanan Energi

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Periksa 3 Pimpinan Bank BJB di Kasus Korupsi Iklan Rp223,6 Miliar

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Golkar dan PKS Kompak Usul Parliamentary Threshold Naik Jadi 5%

Malaysia Batasi Tamu Hari Raya, Larang Perjalanan Antar-Wilayah hingga 6 Juni

Malaysia Diguncang Skandal Korupsi Dana Haji Rp3,7 Triliun

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Popularitas Purbaya Meredup Usai Tak Lagi Jadi Menteri Keuangan

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Perputaran Uang Selama MTQ Nasional 2026 Diprediksi Rp1,2 T

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

DPR Sepakati Gaji P3K Dibayar APBN Mulai 2027, Anggarannya Rp23 Triliun

Kapal Perang Rusia Lepaskan Suar ke Arah Helikopter Denmark di Laut Baltik

Kapal Perang Rusia Lepaskan Suar ke Arah Helikopter Denmark di Laut Baltik

Dari Pelatihan ke Pasar Global, Pelindo Marine Perkuat Perajin Batik Dolly Hingga ke Yogyakarta

Dari Pelatihan ke Pasar Global, Pelindo Marine Perkuat Perajin Batik Dolly Hingga ke Yogyakarta

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi Besok Temui Korban Gempa Flores Serta Bermalam di Palue

KPK Bantah Menteri Nusron Wahid Terjaring OTT di Bogor

KPK Bantah Menteri Nusron Wahid Terjaring OTT di Bogor

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Luar Negeri RI Meningkat Menjadi 454,8 Miliar Dolar AS

Atika Detty K. Diangkat sebagai Direktur Keuangan PT Sucofindo

Atika Detty K. Diangkat sebagai Direktur Keuangan PT Sucofindo

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Tujuh Jurus Pemda Memperkuat Ketahanan Energi

by Aspek
September 15, 2026
in BERITA TERBARU, ENERGI
PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Ilustrasi panel Surya di Minahasa, Sulut. [Foto: Kementerian ESDM]

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan peran strategis pemerintah daerah (Pemda) sebagai kunci utama dalam mempercepat transisi energi. Karena itu, visi dan misi terkait transisi energi perlu diterjemahkan ke dalam aksi yang konkret dan terukur, dengan target serta indikator yang jelas.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat memberikan keynote speech pada Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi bertema “Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif di Tingkat Kota dan Kabupaten” di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

BacaJuga

KPK Periksa 3 Pimpinan Bank BJB di Kasus Korupsi Iklan Rp223,6 Miliar

Golkar dan PKS Kompak Usul Parliamentary Threshold Naik Jadi 5%

Malaysia Diguncang Skandal Korupsi Dana Haji Rp3,7 Triliun

Popularitas Purbaya Meredup Usai Tak Lagi Jadi Menteri Keuangan

Perputaran Uang Selama MTQ Nasional 2026 Diprediksi Rp1,2 T

DPR Sepakati Gaji P3K Dibayar APBN Mulai 2027, Anggarannya Rp23 Triliun

“Dalam hal transisi energi, kuncinya memang pada pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang punya wilayah, pemerintah daerah juga punya anggaran, pemerintah daerah memiliki desain program, dan target Nationally Determined Contribution kita betul-betul ditentukan, dibentuk oleh teman-teman pemerintah daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima merinci tujuh peran strategis Pemda dalam memperkuat ketahanan energi dan mengurangi emisi melalui transisi energi yang berkeadilan.

Pertama, Pemda perlu memiliki baseline yang jelas sebagai dasar dalam menyusun kebijakan. Karena itu, penyusunan inventarisasi emisi daerah yang akurat menjadi penting untuk mengetahui kondisi awal masing-masing daerah.

Kedua, hasil inventarisasi tersebut dapat menjadi kontribusi kepala daerah terhadap penyediaan data di tingkat nasional. Data daerah yang akurat diperlukan untuk memperkuat gambaran kondisi emisi secara nasional.

Ketiga, Pemda memiliki tanggung jawab untuk menyusun Rancangan Umum Energi Daerah (RUED), sebagaimana dimandatkan dalam undang-undang. Penyusunan RUED diperlukan agar kebijakan energi di daerah dapat berjalan secara sinkron dan selaras.

Keempat, Pemda perlu melangkah pada aksi konkret dengan mengendalikan sektor-sektor penyumbang emisi, seperti limbah, sekaligus mendorong efisiensi energi dan transportasi publik rendah emisi.

“Jadi ketika sudah memiliki data, baseline-nya, maka akan diketahui mana penyumbangnya. Kota-kota besar penyumbangnya pada transportasi misalnya, atau beberapa daerah [adalah] angkot penyumbangnya misalnya, atau beberapa daerah industri pada kawasan industri. Jadi mana yang bisa difokuskan untuk mulai dikerjanya,” jelasnya.

Kelima, Pemda perlu melakukan adaptasi berbasis kondisi lokal, salah satunya melalui Program Kampung Iklim, untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Untuk menggambarkan pentingnya langkah tersebut, Bima mencontohkan praktik baik yang dilakukan Ketua RT Taufiq Supriadi Yusuf di Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta. Menurut Bima, berbagai inisiatif yang dilakukan Taufiq telah melampaui tugasnya sebagai Ketua RT.

“Mulai dari penghijauan, membuat kolam bertingkat untuk ikan dan lain-lain, mengolah kompos, maggot, bahkan di atasnya ada pembangkit listrik tenaga surya, ada peternakan ayam, dan sebagainya. [Sebanyak] 40 rumah dia urus dengan sangat maksimal, dan sekarang semuanya datang ke situ, dan beliau, dia diundang ke Cina untuk berbagi,” ungkapnya.

Keenam, Pemda perlu membuka akses pendanaan iklim melalui kemitraan dengan lembaga pendanaan guna memperoleh sumber pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketujuh, Pemda perlu mendorong investasi hijau dengan menarik investasi ke proyek-proyek energi bersih berskala kecil dan menengah di daerah.

Terakhir, Bima kembali menekankan pentingnya menerjemahkan komitmen transisi energi di daerah ke dalam aksi yang dapat diukur dan dievaluasi.

“Kami mengharapkan teman-teman kepala daerah untuk menurunkan melalui aksi-aksi yang terukur. Ada targetnya, ada indikatornya,” tandasnya.

Forum ini turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, serta Chief Conservation Officer World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki.

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In