• Latest
  • Trending
Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Cegah QRIS Palsu di Masjid, Ini Saran untuk Jamaah

RI Dorong QRIS Bisa Dipakai Antarnegara BRICS

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Kapal Induk Indonesia Garibaldi Sudah di Perairan RI

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Prabowo Targetkan Dividen Danantara Tembus Rp 200 Triliun Tahun Ini

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

Prabowo Tuding Antek Asing Dalang Setiap Kerusuhan di Indonesia

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

Danantara Investasi Rp 2,8 T Sampah jadi Listrik di Bogor

Fia dan Ofa, Dua Bersaudara Peserta MTQ Nasional Tafsir Inggris dan Indonesia

Fia dan Ofa, Dua Bersaudara Peserta MTQ Nasional Tafsir Inggris dan Indonesia

Tim SAR Temukan Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Tim SAR Temukan Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Tips Cek Hoaks Via WA & Situs Resmi

Menkeu Disebut Korupsi Rp 500 T, itu Hoaks

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini, Simak Harga Terbaru per Gram

Penumpang Tujuan Makassar Ketahuan Bawa Anak Kera Hidup di Dalam Koper

Penumpang Tujuan Makassar Ketahuan Bawa Anak Kera Hidup di Dalam Koper

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

by Muhammad Fadhil
September 17, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam. Foto: ANTARA/GALIH PRADIPTA

ASPEK.ID, JAKARTA – Harga emas dunia masih berada di bawah tekanan setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Kebijakan tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang menjadi sentimen negatif bagi logam mulia.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan tekanan terhadap emas sudah terlihat pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Secara teknikal, harga emas atau XAU/USD pada grafik harian masih menunjukkan tren melemah dan berpotensi melanjutkan penurunan.

Ia memproyeksikan harga emas berpeluang menguji area support di kisaran US$ 4.235 hingga US$ 4.186 per troy ons, atau setara sekitar Rp 2,41 juta hingga Rp 2,38 juta per gram.

BacaJuga

RI Dorong QRIS Bisa Dipakai Antarnegara BRICS

Kapal Induk Indonesia Garibaldi Sudah di Perairan RI

Prabowo Targetkan Dividen Danantara Tembus Rp 200 Triliun Tahun Ini

Prabowo Tuding Antek Asing Dalang Setiap Kerusuhan di Indonesia

KPK Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN

Danantara Investasi Rp 2,8 T Sampah jadi Listrik di Bogor

“Selama harga emas belum mampu menembus resistance di US$ 4.318 per troy ons, tekanan jual masih berpotensi berlanjut,” ujar Geraldo dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, level US$ 4.318 menjadi titik penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika harga mampu menembus level tersebut, struktur pergerakan emas berpeluang berubah. Namun jika tetap berada di bawah resistance, tren pelemahan dinilai masih mendominasi.

Geraldo menjelaskan arah harga emas saat ini sangat dipengaruhi kebijakan moneter AS. Selain menaikkan suku bunga, The Fed juga memberikan sinyal peluang kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka hingga akhir tahun.

Kondisi itu membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Dengan suku bunga yang lebih tinggi, daya tarik aset berbasis dolar meningkat sehingga memberi tekanan pada harga emas,” katanya.

Tak hanya itu, indeks dolar AS juga menguat ke level tertinggi dalam tujuh pekan setelah keputusan The Fed diumumkan. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan global.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun masih bertahan di sekitar 5%. Tingginya Treasury yield meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas karena investor bisa memperoleh imbal hasil dari instrumen obligasi.

“Pergerakan Treasury yield masih menjadi indikator penting yang menentukan arah harga emas dalam jangka pendek,” jelasnya.

### Ada Faktor yang Bisa Menahan Penurunan

Meski tekanan terhadap emas masih besar, Geraldo menilai ada sejumlah faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga.

Salah satunya adalah melemahnya harga minyak dunia. Penurunan harga energi dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi sehingga memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga masih menjadi perhatian investor. Situasi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

“Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset yang dianggap lebih aman. Sentimen ini bisa menjadi penahan tekanan bearish pada emas,” ujar Geraldo.

Secara keseluruhan, menurutnya pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi dua sentimen yang saling berlawanan. Dari sisi moneter, kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, dan tingginya Treasury yield masih menjadi faktor penekan. Sementara itu, penurunan harga minyak dan risiko geopolitik berpotensi menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Dalam skenario pelemahan, area US$ 4.235 per troy ons menjadi level support pertama yang diperkirakan akan diuji. Jika tekanan jual berlanjut, harga emas berpotensi turun hingga US$ 4.186 per troy ons atau sekitar Rp 2,38 juta per gram.

Geraldo mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati pergerakan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, serta perkembangan geopolitik karena faktor-faktor tersebut dapat memicu volatilitas harga emas dalam beberapa waktu ke depan. []

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini, Simak Harga Terbaru per Gram

ASPEK.ID, JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Harga...

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Berbalik Naik Setelah Dua Hari Turun, Cek Harga Terbarunya

ASPEK.ID, JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) 24 karat kembali menguat pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Kenaikan yang...

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Antam Usul Penjual Emas Wajib Lapor Transaksi ke Ditjen Pajak

ASPEK.ID, JAKARTA  -  Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Untung Budiharto mengusulkan seluruh penjual emas diusulkan wajib melaporkan data...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In