ASPEK.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengizinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Meski diizinkan masuk ke AS, delegasi Iran akan dikenai sejumlah pembatasan selama berada di negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pemerintah tetap memenuhi kewajibannya sebagai negara tuan rumah PBB dengan memberikan akses bagi delegasi inti Iran untuk mengikuti High Level Week Majelis Umum PBB yang berlangsung pada 22-28 September 2026.
“Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip BBC, Jumat (18/9/2026).
Delegasi inti Iran yang diizinkan hadir mencakup Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Namun, pemerintah AS membatasi jumlah anggota delegasi yang dapat memasuki wilayahnya. Selain itu, para diplomat Iran juga akan dikenai pembatasan perjalanan selama berada di New York.
Mereka juga dilarang membeli sejumlah produk di AS, termasuk barang-barang mewah yang masuk dalam daftar pembatasan pemerintah.
“Delegasi akan dikenakan pembatasan perjalanan dan akan menghadapi larangan pembelian barang mewah dan barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu,” ujar juru bicara tersebut.
Keputusan ini diambil di tengah hubungan AS dan Iran yang masih memanas. Kedua negara telah terlibat konflik selama sekitar tujuh bulan terakhir dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Upaya negosiasi damai juga masih berlangsung alot, sementara Trump terus melontarkan pernyataan keras terhadap Teheran.
Dalam pernyataan terbarunya kepada Axios, Trump mengatakan sedang mempertimbangkan keputusan besar terkait Iran.
“Saya akan mengambil keputusan besar. Apakah saya ingin turun tangan dan membinasakan mereka atau tidak,” ujar Trump.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 telah dimulai, sementara Debat Umum sebagai agenda utama dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 22 September 2026.
Sejumlah pemimpin dunia dijadwalkan menyampaikan pidato pada hari pertama, termasuk Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sementara pada Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berpidato bersama sejumlah pemimpin negara lain, termasuk Ukraina dan Suriah.
Tahun lalu, delegasi Iran juga menghadiri Sidang Umum PBB dengan pembatasan serupa. Saat itu, diplomat Iran dilarang berbelanja di toko grosir seperti Costco dan diwajibkan meminta izin pemerintah AS sebelum membeli barang mewah, seperti perhiasan, alkohol, hingga mobil.
Juru Bicara Kemlu AS Tommy Pigott mengatakan pembatasan tahun ini bertujuan mencegah elite Iran menikmati kemewahan di AS saat rakyat Iran menghadapi krisis di dalam negeri.
“Kami tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai penderitaan rakyat Iran, sementara rezim itu mengalihkan kekayaan negaranya untuk mendukung kelompok proksi teroris,” tulis Pigott melalui akun X. []
















