ASPEK.ID, JAKARTA -Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia berkurang hampir 10 juta orang dalam lima tahun terakhir.
Dradjad mengungkapkan, perubahan struktur lapangan kerja dan pergeseran aktivitas ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati di balik fenomena tersebut.
Berdasarkan data yang disampaikan Dradjad, jumlah penduduk kelas menengah Indonesia pada 2019 masih lebih dari 57 juta orang atau sekitar 21,5% dari total populasi. Namun, pada 2024 jumlahnya turun menjadi 47,85 juta orang atau sekitar 17%.
Dradjad menilai, berkurang kelas menengah tersebut tidak bisa semata-mata dibaca sebagai penurunan daya beli masyarakat. Sebab, pola konsumsi dan sumber penghasilan masyarakat juga tengah mengalami perubahan seiring dengan transformasi ekonomi.
Menurut dia, disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga perubahan kondisi geopolitik ikut mengubah struktur lapangan pekerjaan. Sejumlah sektor tradisional menghadapi tekanan, sementara lapangan kerja di sektor jasa justru berkembang.
“Ini memang ada transformasi ekonomi. Ada disrupsi teknologi, ada AI, ada geopolitik,” ujar Dradjad dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (5/11/2026).
Perubahan tersebut membuat sebagian pekerja harus beradaptasi dengan jenis pekerjaan dan pola pendapatan yang berbeda. Sektor tekstil dan alas kaki, misalnya, menghadapi tekanan, sedangkan sektor jasa seperti telekomunikasi, transportasi, hotel, dan restoran menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
Dradjad menyoroti kemungkinan adanya sumber pendapatan masyarakat yang belum sepenuhnya tercermin dalam pengukuran statistik. Perubahan pekerjaan menuju sektor informal maupun aktivitas ekonomi baru menjadi tantangan tersendiri dalam membaca kondisi kelas menengah.
Di sisi lain, ia menilai pola konsumsi masyarakat juga mengalami pergeseran. Konsumsi makanan dan minuman, alas kaki, serta tekstil masih tumbuh di kisaran 3%-4%. Sementara itu, konsumsi pada sektor telekomunikasi, transportasi, hotel, dan restoran tumbuh sekitar 6%-7%.
















