ASPEK.ID, JAKARTA – Analis Doo Financial, Lukman Leong menyatakan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dinilai berpotensi memperburuk sentimen domestik, khususnya di pasar saham Indonesia.
Lukman Leong, menilai isu politik dan hukum tersebut dapat menambah tekanan terhadap pasar modal di tengah kondisi sentimen domestik yang masih menjadi perhatian investor.
“Iya, hal ini akan memperburuk sentimen domestik terutama di pasar ekuitas,” ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Menurut Lukman, dampak isu tersebut terhadap pasar saham memang cukup signifikan. Kendati begitu, pengaruhnya diperkirakan tidak sebesar persoalan status pasar Indonesia yang berkaitan dengan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Cukup besar, namun tidak akan sebesar masalah terkait status pasar MSCI,” ucapnya.
Persoalan status pasar MSCI menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia serta arah keputusan investasi mereka.
Di tengah situasi tersebut, perkembangan isu politik dan hukum di dalam negeri menjadi faktor tambahan yang perlu terus dicermati investor dalam mengambil langkah investasi.















