ASPEK.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan posisi cadangan devisa Indonesia sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026.
Jumlah tersebut dinilai masih kuat karena mampu membiayai kebutuhan impor selama 5,3 bulan atau setara 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Destry Damayanti mengatakan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan eksternal Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.
”Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap kuat sebesar USD146,3 miliar, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Destry di Jakarta, Rabu, (4/11/2026).
Selain cadangan devisa, ketahanan eksternal Indonesia juga ditopang oleh kinerja neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus. Sepanjang Januari hingga September 2026, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD10,61 miliar, dengan surplus pada September 2026 tercatat sebesar USD3,36 miliar.














