• Latest
  • Trending
Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Ekonom: Kelas Menengah Makin Sulit Punya Rumah

Foto Lawas Messi dan Bayi Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Layanan Publik Terintegrasi

76 Tahun Indonesia dan Harapan Para Tokoh Bangsa

Kuota Undangan HUT RI untuk Warga di Istana Ditambah 3.400 Kursi

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Resmi Berlaku! MBG Wajib Habis Maksimal 4 Jam dan Dilarang Dibawa Pulang

Eks Menag Yaqut Menghilang dari Rutan, KPK Beri Penjelasan

Jaksa KPK: Yaqut Siapkan Rp 17,8 M untuk Pengaruhi Pansus Haji DPR

Bangun Smelter Terbesar di Dunia, Freeport Rogoh 600 Juta Dolar

Freeport Gelontorkan Rp 71,2 T untuk Tambang Kucing Liar di Papua

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Naik Lagi, Harga 1 Gram Kini Rp2,71 Juta

Prabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Suhu Juli 2026 Pecahkan Rekor Terpanas Sejak 1991, Ini Penjelasan BMKG

Panduan Lengkap Ibadah Ramadan & Idulfitri 1442 H/2021

Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 M di Kasus Kuota Haji

Kenapa Investor Tak Tertarik Investasi Hulu Migas?

Harga Minyak Indonesia Turun, Pasokan Dunia Membaik

3 WNI ABK Hilang di Selat Hormuz Usai Kapal Tenggelam, Ini Kata Kemlu

Selat Hormuz Mau Dibuka, Iran Minta AS Penuhi 5 Syarat

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Ungkap Dana Bank BJB Diduga Mengalir ke Sejumlah Pihak

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekonom: Kelas Menengah Makin Sulit Punya Rumah

by Aspek
Agustus 11, 2026
in BERITA TERBARU, INFRASTRUKTUR
Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Jakarta – Memiliki rumah kini semakin terasa seperti kemewahan bagi masyarakat kelas menengah. Bukan semata karena harga rumah melonjak tinggi, tetapi karena pendapatan harus dibagi untuk semakin banyak kebutuhan, mulai dari cicilan, biaya sekolah, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan, persoalan utama perumahan yang dihadapi kelas menengah saat ini adalah keterjangkauan.

BacaJuga

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Layanan Publik Terintegrasi

Kuota Undangan HUT RI untuk Warga di Istana Ditambah 3.400 Kursi

Resmi Berlaku! MBG Wajib Habis Maksimal 4 Jam dan Dilarang Dibawa Pulang

Jaksa KPK: Yaqut Siapkan Rp 17,8 M untuk Pengaruhi Pansus Haji DPR

Freeport Gelontorkan Rp 71,2 T untuk Tambang Kucing Liar di Papua

Emas Antam Naik Lagi, Harga 1 Gram Kini Rp2,71 Juta

“Masalah perumahan bukan semata-mata lonjakan harga. Masalah utamanya adalah keterjangkauan,” kata Achmad dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

“Ketika pendapatan tidak meningkat secepat kebutuhan, keluarga bukan lagi memilih antara kebutuhan dan keinginan. Mereka dipaksa memilih di antara kebutuhan yang sama-sama penting,” katanya.

Tekanan tersebut tercermin dari pola penggunaan pendapatan masyarakat.

Dalam Survei Konsumen Bank Indonesia Juli 2026, rata-rata 72,7% pendapatan responden digunakan untuk konsumsi. Sementara itu, porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan meningkat dari 10% menjadi 10,5%. Sebaliknya, porsi pendapatan yang disimpan turun dari 17% menjadi 16,8%.

Ketika ruang keuangan rumah tangga semakin sempit, membeli rumah dengan KPR berpotensi menjadi beban apabila cicilan menyerap terlalu besar dari pendapatan.

Keluarga tidak hanya harus membayar angsuran rumah, tetapi juga biaya pendidikan anak, transportasi, kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut akhirnya membuat sebagian masyarakat memilih menunda membeli rumah, memperpanjang masa sewa, atau mencari hunian yang lebih murah meski lokasinya semakin jauh dari tempat kerja. Menurut Achmad, menyewa rumah bukan berarti gagal secara finansial.

Dalam kondisi tertentu, menyewa hunian yang terjangkau dan dekat dengan tempat kerja justru lebih rasional dibandingkan memaksakan KPR dengan cicilan yang menggerus kemampuan finansial keluarga.

“Kepemilikan rumah tidak boleh dipertahankan sebagai simbol status apabila akibatnya keluarga tidak lagi memiliki dana darurat dan harus berutang untuk kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Persoalan ini semakin berat karena jumlah masyarakat kelas menengah juga terus menyusut.

Data BPS menunjukkan jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta orang atau 21,45% penduduk pada 2019 menjadi 47,85 juta orang atau 17,13% pada 2024. Sementara itu, kelompok yang berada pada kategori menuju kelas menengah justru semakin besar.

Menurut Achmad, kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak keluarga berada dalam posisi rentan terhadap guncangan ekonomi.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan rumah layak huni menjadi...

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

9,48 Juta Kelas Menengah RI Terancam Miskin, ini Penyebabnya

Jakarta -  Ekonom Bright Institute, Muhammad Andri Perdana, mengatakan kelas menengah di Indonesia yang turun kelas menjadi kelompok miskin atau...

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UI: 8,5 Juta Orang Kelas Menengah Turun Kelas

Jakarta - Lebih dari 8,5 juta penduduk kelas menengah di Indonesia diperkirakan turun kasta sejak 2018. Porsi penduduk kelas menegah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In