• Latest
  • Trending

Menteri di Jajaran Kemenko Kemaritiman Diminta Tekan Defisit

Jasa Tirta II Luncurkan Project Konservasi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

HUT RI, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Dukung Insentif BI Bagi Bank yang Pegang SBN dan SRBI

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Pertamina Patra Niaga Kirim Bantuan ke NTT

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Polisi Bebaskan Warga yang Bentrok dengan Aparat di Hari Damai Aceh

Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh

Polisi Pastikan Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Forkompimda Aceh Bahas Akar Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Presiden Minta Kampus Terlibat Bangun Giant Sea Wall

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Korban Meningal Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

3 Minggu Jakarta Tidak Hujan Sulit Modifikasi Cuaca

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Menteri di Jajaran Kemenko Kemaritiman Diminta Tekan Defisit

by Zamzami Ali
Oktober 30, 2019
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan kepala lembaga yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi untuk fokus pada beberapa hal.

“Yang pertama, menyiapkan dan membuat program-program terobosan dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan,” kata Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Penyampaian Program dan Kegiatan di bidang Kemaritiman dan Investasi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10).

Menurut Jokowi, harus dipastikan bahwa peningkatan investasi terus bisa dilakukan dan dalam saat yang bersamaan kita juga bisa mengurangi ketergantungan-ketergantungan pada barang-barang impor, khususnya impor BBM yang memberikan dampak sangat besar terhadap defisit neraca perdagangan maupun defisit perdagangan.

BacaJuga

Purbaya Pastikan Defisit APBN 2027 di Bawah 3 Persen

Rp 2.322 Triliun Target Investasi RI pada 2027

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Prabowo Umumkan APBN 2027 Rp 4.097 T, Defisit 2,40%

Presiden: Indonesia Belum Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

Presiden yang didampingi Wapres KH. Ma’ruf Amin juga menekankan kembali perlunya peningkatan lifting atau produksi minyak di dalam negeri sehingga implementasi dari kebijakan energi baru terbarukan juga harus dipercepat lagi, terutama percepatan mandatory dari B20 menjadi B30 dan nanti melompat ke B50 dan B100.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung program tol laut yang sangat diapresiasi masyarakat, Bupati, dan Gubernur, meskipun rute dan frekuensinya ingin ditambah. Namun , jika sebelumnya adanya tol laut menjadikan inflasi turun, harga juga turun 20%-30%, tetapi akhir-akhir ini rute-rute yang ada itu barang-barangnya dikuasai oleh swasta tertentu.

“Saya belum dapat ini faktanya siapa. Jika harga barang ditentukan oleh perusahaan ini, ini tolong dikejar dan diselesaikan,” pintanya seraya mengingatkan, tol laut itu dibangun untuk menurunkan cost, biaya logistik, biaya transportasi sehingga harga menjadi jatuh turun. Tetapi kalau nanti yang dikuasai oleh satu perusahaan ya munculnya beda lagi.

Jokowi juga menyampaikan, bahwa pemerintah ingin ke depan investasi kita fokus-fokus saja, tidak semua dikejar sehingga tidak konsentrasi dan malah luput.

“Saya ingin contoh yang ada di Morowali itu di, bisa dicopy, untuk produk-produk barang mentah yang selama ini kita ekspor, seperti bauksit. Kenapa tidak kita buat bauksit itu menjadi setengah jadi atau barang jadi sekalian dengan menggandeng partner, bisa BUMN atau bisa swasta,” imbuhnya.

Sementara yang terkait dengan petrokimia, menurut dia, impornya sangat gede sekali. Padahal Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun kawasan ini.

“Kita tetapkan saja yang Tuban itu, TPPI itu menjadi kawasan Petrokimia. Keluaran dari sana bisa menjadi barang-barang, produk-produk yang kita tidak perlu impor termasuk di dalamnya hidrogennya nanti bisa dipakai untuk B30, B50 dan B100,” ucapnya.

Ia juga meminta dilihat barang-barang yang masih diimpor agar dicarikan industri yang bisa memproduksi, sehingga substitusi barang-barang impor itu betul-betul bisa diakukan termasuk di dalamnya daerah di Petrokimia bisa, kilang minyak juga bisa.

“Tolong betul-betul dikawal agar kita bisa segera mengejar adanya defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan,” tegasnya.

Sementara yang berkaitan dengan pariwisata, Presiden Jokowi meminta agar konsentrasi dulu kepada 5 (lima)  lokasi.

“Infrastrukturnya konsentrasi di situ, calender of event nya juga konsentrasi di situ, perbaikan produk-produk ekonomi yang berbasis rakyat, pariwisata yang berbasis rakyat juga tetap berada di lokasi-lokasi yang sudah sering saya sampaikan, yaitu di danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Manado sudah konsentrasi di situ,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga menargetkan akhir tahun 2020 akan rampung semuanya, infrastruktur rampung, airport, jalan, pelabuhan rampung, produk-produk wisata, calender of event nya juga rampung.

Sisi lingkungannya, menurut Presiden, juga diperintahkan ke Menteri LHK agar disiapkan nursery, disiapkan persemaian untuk menghijaukan kawasan-kawasan itu agar lebih baik. Terakhir, Jokowi mengingatkan bahwa iklim dan ekosistem investasi harus terus diperbaiki dan dibenahi.

“Perbaikan bagi ease of doing business harus terus kita perbaiki peringkatnya, sehingga kepercayaan internasional, kepercayaan dalam negeri terhadap kita akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Komentar
Share18Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menkeu Purbaya Siapkan Bersih-Bersih Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Diganti Total

Purbaya Pastikan Defisit APBN 2027 di Bawah 3 Persen

ASPEK.ID, JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tetap dijaga di bawah...

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Jakarta - Sebanyak 85% investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang masuk ke negara-negara ASEAN dinilai berisiko menghadapi gugatan melalui...

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Rusia Jual 43,5 Ton Emas Tutup Defisit Anggaran 2026

Moskow - Pemerintah Rusia memangkas cadangan emas negara secara signifikan sebanyak 43,5 metrik ton sepanjang tahun 2026 untuk menutupi pembengkakan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In