• Latest
  • Trending
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Neraca Perdagangan RI Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

Jasa Tirta II Luncurkan Project Konservasi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

HUT RI, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Dukung Insentif BI Bagi Bank yang Pegang SBN dan SRBI

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Pertamina Patra Niaga Kirim Bantuan ke NTT

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Polisi Bebaskan Warga yang Bentrok dengan Aparat di Hari Damai Aceh

Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh

Polisi Pastikan Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Hari Damai

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Forkompimda Aceh Bahas Akar Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

Lomba Panjat Pinang Dilarang di Aceh Barat

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Presiden Minta Kampus Terlibat Bangun Giant Sea Wall

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Benda Diduga Molotov oleh OTK

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Korban Meningal Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Kamis Pagi, Kualitas udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

3 Minggu Jakarta Tidak Hujan Sulit Modifikasi Cuaca

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Neraca Perdagangan RI Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

by Zamzami Ali
November 15, 2019
in EKONOMI
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Ilustrasi bongkar muat di pelabuhan. [Foto: Ist]

ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Oktober 2019 mencapai 14,93 miliar dollar AS atau meningkat 5,92 persen dibanding ekspor September 2019.

Sementara nilai impor Oktober 2019 mencapai  14,77 miliar dollar AS atau naik 3,57 persen dibanding September 2019.

“Pada bulan Oktober 2019, terjadi surplus perdagangan sebesar 161,3 juta dollar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan pers di Kantor BPS, Jakarta, Jum’at (15/11).

BacaJuga

Purbaya Pastikan Defisit APBN 2027 di Bawah 3 Persen

Rp 2.322 Triliun Target Investasi RI pada 2027

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Prabowo Umumkan APBN 2027 Rp 4.097 T, Defisit 2,40%

Presiden: Indonesia Belum Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

Ekspor Non Migas

Suhariyanto mengemukakan, ekspor Indonesia pada Oktober 2019 meningkat 5,92 persen dibanding September 2019, yaitu dari 14.099,5 juta dollar AS menjadi 14.933,8 juta dollar AS. Sedangkan dibanding Oktober 2018, ekspor menurun 6,13 persen.

“Peningkatan ekspor Oktober 2019 dibanding September 2019  disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 5,56 persen, yaitu dari 13.269,5 juta  dollar AS menjadi 14.007,7 juta dollar AS. Demikian juga ekspor migas naik 11,58 persen dari 830,0 juta dollar AS menjadi 926,1 juta dollar AS,” jelas Suhariyanto.

Dari sisi volume, ekspor Indonesia Oktober 2019 meningkat 12,47 persen dibanding September 2019 yang disebabkan peningkatan volume ekspor nonmigas 12,42 persen dan migas naik 13,78 persen.

Dibandingkan dengan Oktober 2018, volume total ekspor meningkat 8,45 persen, dengan nonmigas naik 10,31 persen, sedangkan migas turun 25,05 persen. Ia menyebutkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2019 terhadap September 2019 terjadi pada bahan bakar mineral 144,6 juta dollar AS (8,24 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kapal, perahu dan struktur terapung 74,1 juta dollar AS (86,68 persen).

Peningkatan ekspor nonmigas Oktober 2019 jika dibandingkan dengan September 2019 terjadi ke sebagian besar negara tujuan utama, yaitu Tiongkok 359,7 juta dollar AS (14,94 persen); Jepang 102,4 juta dollar AS (8,99 persen); Thailand 79,8 juta dollar AS (18,06 persen); Malaysia 77,8 juta dollar AS (13,01 persen); India 76,5 juta dollar AS (8,23 persen); Australia 54,2 juta dollar AS (35,16 persen); Amerika Serikat 48,0 juta dollar AS (3,24 persen); Italia 42,4 juta dollar AS (31,50 persen); Jerman 24,6 juta dollar AS (12,84 persen); serta Belanda 24,4 juta dollar AS (11,06 persen).

Impor

Sementara nilai impor Indonesia Oktober 2019 mencapai 14.772,5 juta dollar AS atau naik 509,1 juta dollar AS (3,57 persen) dibanding September 2019. Hal ini karena naiknya nilai impor migas 163,4 juta dollar AS (10,26 persen) dan nonmigas sebesas 345,7 juta dollar AS (2,73 persen).

Kenaikan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor hasil minyak dan gas masing-masing sebesar 132,2 juta dollar AS (12,60 persen) dan  34,0 juta dollar AS (18,78 persen). Sebaliknya impor minyak mentah  mengalami penurunan 2,8 juta dollar AS (0,77  persen).

Nilai impor kumulatif Januari-Oktober 2019 adalah 140.893,5 juta dollar AS atau turun 9,94 persen (15.551,0 juta dollar AS) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 7.359,1 juta dollar AS (29,46 persen) dan 8.191,9 juta (6,23 persen),” jelas Suhariyanto.

Ia menambahkan, peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2019 dibanding September 2019 adalah golongan mesin/peralatan listrik sebesar 122,8 juta (7,26 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar 109,9 juta dollar AS (4,65 persen).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2019, menurut Suhariyanto, ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 36,32 miliar (29,46 persen), Jepang 13,28 miliar (10,77 persen) dan Thailand 7,92 miliar (6,42 persen).

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pelindo: Investor Dubai Operasikan Belawan

Danantara Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai Rp249 T

  Jakarta - Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pemerintah telah menganalisis sekitar 6.500 transaksi ekspor melalui platform...

Atjeh Connection Foundation Beri Layanan Trauma Healing Korban Banjir NTT

BPS: Sekitar Enam Persen Anak Indonesia

esia Belum Punya Akta Kelahiran Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan sekitar enam persen anak Indonesia berusia 0-17 tahun...

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Jakarta - Ekspor produk nikel Indonesia berpotensi berkurang hingga 5 juta ton pada 2026 ini. Penurunan tersebut dipicu pengetatan produksi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In