ASPEK.ID, JAKARTA – Maskapai penerbangan terbesar di dunia asal Amerika Serikat (AS), American Airlines, dikabarkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran.
Bisnis penerbangan yang lesu di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, memaksa American Airlines untuk memotong sejumlah biaya termasuk melakukan PHK terhadap pegawai mereka.
Sebagaimana dilansir dari laman CNBC, Selasa (14/7), langkah PHK dilakukan setelah berakhirnya persyaratan bantuan federal senilai US$ 25 miliar yang melarang operator memberhentikan pekerja atau memotong tingkat upah sampai 30 September.
PHK tersebut akan menyasar sekitar 20 ribu pegawai. Mereka terdiri dari pilot, pramugari, mekanik, dan pegawai maskapai lainnya.
Saat ini, American Airlines tercatat memiliki sekitar 133 ribu pegawai. Sebelumnya, 15 ribu pilot juga telah mengajukan pensiun dini, untuk menghindari PHK.
Profil Singkat
American Airlines, Inc. (AA) adalah maskapai penerbangan besar asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Fort Worth, Texas yang mulai beroperasi pada 25 Juni 1936.
American Airlines merupakan maskapai penerbangan terbesar di dunia jika dilihat dari jumlah armada (944 armada) dan pendapatannya.
American Airlines juga maskapai penerbangan terbesar kedua di dunia jika dilihat dari jumlah destinasinya, setelah United Airlines dengan 344 tujuan.
Operasi American Airlines berpusat di Dallas/Fort Worth, dan memiliki cabang di Charlotte, Chicago-O’Hare, Los Angeles, Miami, New York-JFK, New York-LaGuardia, Philadelphia, Phoenix, dan Washington sementara hangar perawatannya berada di Bandar Udara Internasional Tulsa.
American Airlines ikut mendirikan aliansi Oneworld, bersama British Airways, Iberia, Finnair, dan Japan Airlines. Penerbangan regional American Airlines dilayani oleh sebuah anak usaha yang bernama American Eagle.
American Airlines terbentuk dari penggabungan 80 maskapai kecil, dan sejak itu telah bergabung juga dengan beberapa maskapai lain, termasuk dengan Trans Caribbean Airways pada tahun 1971, Air California pada 1987, Reno Air pada 1999, Trans World Airlines (TWA) pada 2001 dan US Airways pada 2015.




















