• Latest
  • Trending
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hujani Wilayah Israel

AS Curiga Rusia Bantu Iran Serang Aset Militernya di Timur Tengah

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Perpres 107/2026 Tidak Ubah Realitas Pasar Volume Crude Tetap terkunci Ijon

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Sisir Kantor Djarum di Kudus & Kantor Bea Cukai Kudus

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Dirugikan dari Ketegangan RI-Singapura

BSI Laba Rp742 Miliar di Kuartal I-2021

Strategi BSI Masuk 5 Top Bank Syariah Global

The Atjeh Connection Cabang Tebet Jakarta Selatan Resmi Dibuka; Diplomasi Kuliner Menuju GLobal

The Atjeh Connection Cabang Tebet Jakarta Selatan Resmi Dibuka; Diplomasi Kuliner Menuju GLobal

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Mulai 2027 Kendaraan Dinas Pakai Motor Listrik

Bareskrim Ungkap Lima Laboratorium Narkoba Rahasia di Indonesia 

China Tangkap 7 Warganya di China Terkait Pabrik Sabu di Aceh

BCA Mobile Error Berjam-jam

BCA Catat Laba Rp 45,2 Triliun Selama 9 Bulan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

AS Curiga Rusia Bantu Iran Serang Aset Militernya di Timur Tengah

by Muhammad Fadhil
Maret 7, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL, NEWS
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hujani Wilayah Israel

Sebuah rudal Iran diluncurkan selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran, Rabu (20/8/2025). (Iranian Army/WANA /Handout via REUTERS)

ASPEK.ID – Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah berpotensi semakin meluas. Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga memberikan informasi penargetan militer kepada Iran untuk menyerang aset militer AS di kawasan tersebut.

Laporan yang dikutip dari The Washington Post menyebutkan, informasi tersebut berasal dari tiga pejabat AS yang mengetahui laporan intelijen tersebut.

Mereka menyebut sejak perang pecah pada Sabtu lalu, Rusia disebut memberikan data lokasi sejumlah aset militer Amerika Serikat kepada Iran, termasuk kapal perang dan pesawat tempur.

BacaJuga

Perpres 107/2026 Tidak Ubah Realitas Pasar Volume Crude Tetap terkunci Ijon

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

KPK Sisir Kantor Djarum di Kudus & Kantor Bea Cukai Kudus

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Informasi ini dinilai menjadi indikasi awal keterlibatan tidak langsung Moskow dalam konflik yang berkembang cepat di Timur Tengah.

Kremlin sendiri belum memberikan tanggapan rinci terkait tuduhan tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hanya menolak memberikan komentar.

Sebelumnya Moskow juga menyerukan penghentian konflik yang mereka sebut sebagai “tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi.”

Para analis menilai pola serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika menunjukkan tingkat presisi yang tinggi.

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan radar peringatan dini, pusat komando, serta infrastruktur militer penting milik AS di kawasan Timur Tengah.

Ahli militer Rusia di Carnegie Endowment for International Peace, Dara Massicot mengatakan pola serangan tersebut terlihat sangat terarah.

“Iran melakukan serangan yang sangat tepat sasaran pada radar peringatan dini atau radar di luar cakrawala,” katanya, Sabtu (7/3).

“Mereka melakukan ini dengan cara yang sangat terarah. Mereka mengincar komando dan kendali,” tambahnya.

Salah satu serangan juga dilaporkan menghantam fasilitas milik CIA di kedutaan besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi.

Penilaian internal Departemen Luar Negeri AS menyebut sebagian bangunan kedutaan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dipulihkan.

Iran diketahui hanya memiliki sedikit satelit militer dan tidak memiliki konstelasi satelit sendiri.

Karena itu, dukungan intelijen dari Rusia dinilai sangat penting, terutama dalam menyediakan citra dan pelacakan target militer secara real-time.

Peneliti dari Belfer Center, Nicole Grajewski menilai serangan Iran menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan.

“Mereka berhasil menembus pertahanan udara,” ujarnya.

Ia juga menilai kualitas serangan Iran kali ini bahkan meningkat dibanding konflik singkat dengan Israel pada tahun lalu.

Sementara itu dua pejabat AS yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan bahwa China tampaknya tidak terlibat langsung membantu Iran dalam operasi militer tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar China di Washington hanya menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Pemerintah China menyebut konflik yang terjadi harus “segera dihentikan.”

Hubungan militer antara Iran dan Rusia sendiri sudah terjalin erat sejak perang di Ukraina pecah pada 2022.

Iran sebelumnya memberikan teknologi drone serang murah kepada Rusia yang digunakan dalam operasi militer di Ukraina.

Salah satu pejabat AS mengatakan dukungan Rusia kepada Iran bisa menjadi bentuk balasan atas bantuan tersebut.

“Rusia sangat menyadari bantuan yang kami berikan kepada Ukraina,” kata pejabat tersebut.

“Saya pikir mereka sangat senang mencoba membalas budi.”

Sejumlah analis menilai Rusia berpotensi mendapat keuntungan strategis jika konflik antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung lama.

Selain berpotensi meningkatkan harga minyak global, konflik tersebut juga dapat mengalihkan perhatian Amerika Serikat dan Eropa dari perang di Ukraina.

Jika konflik semakin meluas, Timur Tengah berpotensi menjadi arena baru persaingan geopolitik antara kekuatan besar dunia. []

Komentar
Share15Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Perpres 107/2026 Tidak Ubah Realitas Pasar Volume Crude Tetap terkunci Ijon

Oleh Inas N Zubir Perpres 107/2026 baru saja mengubah skema pengadaan crude, BBM, dan LPG. Dari tender B2B yang selama...

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

  ASPEK.ID, JAKARTA - Pengamat politik M. Tri Andika menyoroti peluang Presiden Prabowo Subianto meniru strategi Presiden ke-7 RI Joko...

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

ASPEK.ID, JAKARTA - Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyatakan pemegang konsesi minyak dan gas...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In