• Latest
  • Trending
Bareskrim Bongkar Sindikat E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China via Telegram

Bareskrim Bongkar Sindikat E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China via Telegram

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Kasus Jalur Impor Ilegal, Pejabat DJBC Resmi Ditahan KPK

OTT KPK Cilacap, Bupati Kumpulkan Dana THR untuk Forkompida

Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual di Balik Serangan terhadap Aktivis KontraS

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka Pemerasan Proyek

Penguatan Dolar Tekan Harga Emas Global Dua Pekan Berturut-turut

Bupati Cilacap Kena OTT KPK, PKB: Jadi Pelajaran untuk Semua Kader

Bupati Cilacap Kena OTT KPK, PKB: Jadi Pelajaran untuk Semua Kader

Pesawat Militer AS Jatuh di Irak Barat, Enam Awak Dilaporkan Tewas

Pesawat Militer AS Jatuh di Irak Barat, Enam Awak Dilaporkan Tewas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bareskrim Bongkar Sindikat E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China via Telegram

by Muhammad Fadhil
Februari 25, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Bareskrim Bongkar Sindikat E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China via Telegram

Konferensi pers Bareskrim Polri ungkap kasus e-tilang palsu (Rumondang/detikcom)

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap praktik penipuan online bermodus e-tilang palsu yang disebarkan melalui SMS blast. Dalam kasus ini, lima orang tersangka berhasil diamankan dan diduga berperan sebagai operator lapangan dari jaringan yang dikendalikan warga negara (WN) China.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, menyampaikan bahwa para tersangka berinisial WTP (29), FN (41), RW (40), BAP (38), dan RJ (29). Mereka memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi phishing yang menyasar masyarakat melalui pesan singkat berisi tautan pembayaran tilang elektronik palsu.

“Penyidik melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap kelima tersangka dan menemukan fakta bahwa kejahatan ini dikendalikan langsung oleh warga negara asing asal China,” kata Himawan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).

BacaJuga

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, para pelaku di Indonesia hanya bertindak sebagai eksekutor yang menerima instruksi langsung dari pengendali di luar negeri. Pengendalian dilakukan melalui aplikasi Telegram menggunakan akun bernama Lee SK dan Daisy Qiu.

“Dalam mendukung operasionalnya di Indonesia, para pelaku dari China tersebut mengirimkan langsung SIM box (alat yang digunakan untuk blasting) kepada para tersangka di Indonesia,” jelas Himawan.

SIM box tersebut digunakan untuk mengirimkan pesan secara massal (SMS blast) kepada korban secara acak. Dalam pesan tersebut, korban diarahkan untuk mengakses tautan palsu yang menyerupai sistem pembayaran e-tilang resmi. Dari sana, pelaku berupaya mengambil data pribadi maupun informasi perbankan korban.

Polisi masih terus melakukan pengembangan guna menelusuri aliran dana serta memburu pihak pengendali utama yang berada di luar negeri. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keaslian tautan pembayaran tilang dan tidak mudah mengklik link yang dikirim melalui pesan singkat dari nomor tidak dikenal.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan siber lintas negara yang memanfaatkan celah literasi digital masyarakat dengan modus rekayasa sosial (social engineering).

Berikut peran kelima tersangka di Indonesia:

  1. WTP, berperan sebagai pelaku utama yang mengoperasikan perangkat dan melakukan SMS blasting sejak September 2025.
  2. FN, berperan menyediakan jasa SMS blast dengan klien warga negara asing, serta mengelola kartu SIM sejak Juli 2025.
  3. RW, berperan membantu operasional SMS blasting bersama tersangka FN sejak Juli 2025.
  4. BAP, berperan sebagai pelaku utama SMS blasting dan operator perangkat blasting sejak Februari 2025.
  5. RJ, berperan sebagai penyedia atau penjual kartu SIM yang sudah teregistrasi kepada pelaku lainnya.

Himawan mengatakan WN China tersebut mengendalikan para pelaku di Indonesia untuk memasang kartu SIM ke SIM box atau modem pool. Sistem tersebut dikendalikan dari jarak jauh atau auto remote dari China.

Tersangka di Indonesia hanya kemudian membuka aplikasi Terminal Vendor System atau TVS. Melalui aplikasi ini, para tersangka diduga memantau jumlah SMS blast yang terkirim dan gagal.

“Dalam satu hari, perangkat SIM box yang dioperasionalkan oleh para tersangka mampu mengirimkan SMS phishing kepada 3.000 nomor handphone. Untuk menjalankan SIM box kiriman dari China tersebut, para pelaku membutuhkan ratusan kartu SIM yang telah diregistrasi menggunakan NIK dan data warga negara Indonesia,” ujarnya.

Para tersangka menerima gaji bulanan dalam bentuk mata uang kripto atau USDT sebagai imbalan. Mulai dari 1.500 USDT atau sekitar Rp 25 juta sampai dengan 4.000 USDT atau sekitar Rp 67 juta tergantung dari banyaknya SIM box yang dioperasikan.

“Komisi tersebut secara rutin ditukarkan ke mata uang rupiah setiap bulannya,” ujarnya.

Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat Pasal 51 juncto Pasal 35 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dan atau Pasal 45A ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 3, 4, 5, dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dan atau Pasal 607 ayat 1 huruf a, b, dan c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 12 miliar,” ujarnya. []

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

ASPEK.ID, TOKYO - Pemerintah Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak bumi dari Brunei Darussalam sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan...

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

ASPEK.ID, TEHERAN - Otoritas keamanan Iran menangkap puluhan orang yang diduga menjadi informan Israel di sejumlah wilayah negara itu, di...

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa angkutan Lebaran...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Pengamat:  Erick Perkuat Basis Suara Prabowo di Luar Jawa

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In