Jakarta- Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menargetkan kapitalisasi pasar (market cap) bursa RI mencapai Rp 30.000 triliun pada 2030. Target ini bagian dari ambisi BEI menjadi bursa kelas dunia.
Proyeksi kapitalisasi pasar itu diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Jika market cap bernilai jumbo dapat direalisasikan pada 2030, maka nilainya setara 83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
BEI menetapkan sejumlah target yang ingin dicapai hingga 2030, bagian dari resolusi untuk mengantisipasi perkembangan pasar di masa depan. Dari sisi kapitalisasi pasar, nilainya bisa tembus Rp 30.000 triliun, yang dibarengi dengan peningkatan likuiditas pasar, dengan nilai transaksi harian rata-rata Rp 31 triliun.
“Terkait dengan kapitalisasi pasar, kami menargetkan di tahun 2030 kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia paling tidak ada di angka Rp 30.000 triliun dengan likuiditas atau nilai transaksi harian rata-rata sebesar Rp 31 triliun,” ujar Jeffry terkait 49 tahun pasar modal Indonesia, Senin (10/8/2026).
Selain itu, ambisi jumlah perusahaan tercatat juga meningkat menjadi lebih dari 1.100 perusahaan. Jumlah investor naik menjadi lebih dari 35 juta orang.
Untuk mencapai target, BEI akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seluruh Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku dan pemangku kepentingan pasar modal, serta media. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar berbagai sasaran pengembangan pasar modal hingga 2030 dapat direalisasikan.
Di tengah tantangan yang dihadapi sepanjang 2026, pasar modal masih mencatatkan kapitalisasi pasar senilai Rp 11.200 triliun. Capaian ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-20 secara global.
















