• Latest
  • Trending
Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Ungkap Dana Bank BJB Diduga Mengalir ke Sejumlah Pihak

Kenapa Investor Tak Tertarik Investasi Hulu Migas?

Harga Minyak Indonesia Turun, Pasokan Dunia Membaik

3 WNI ABK Hilang di Selat Hormuz Usai Kapal Tenggelam, Ini Kata Kemlu

Selat Hormuz Mau Dibuka, Iran Minta AS Penuhi 5 Syarat

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Program PEN Pesantren, Pemerintah Alokasikan Rp2,6 Triliun

Masjid Istiqlal Masuk Bursa, OJK & BEI Beri Penjelasan

Malaysia Batasi Tamu Hari Raya, Larang Perjalanan Antar-Wilayah hingga 6 Juni

Malaysia Terbanyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara, Vietnam Kalahkan RI

Pelni Dirombak, Yahya Kuncoro Promosi Jadi Direktur

Pelni Bangun 3 Kapal Senilai Rp4,5 Triliun

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Buka Lowongan Kerja

Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

Pasar Sambut Positif Penunjukan Destry, Rupiah Menguat ke Rp 17.767 per Dolar AS

Media Asing Kupas Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo

Menko Polkam: Karhutla Tentukan Karier Pangdam dan Kapolda

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Segini Gaji Gubernur BI

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Membara, Pemerintah Prioritas  6 Provinsi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KPK Ungkap Dana Bank BJB Diduga Mengalir ke Sejumlah Pihak

by Muhammad Fadhil
Agustus 11, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [Foto: Zamzami/Aspek.id]

ASPEK.ID, JAKARTA – KPK mengungkap adanya dugaan penggunaan dana pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) tahun anggaran 2021-2023 yang tidak sesuai peruntukannya.

Dugaan tersebut kini tengah didalami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara yang telah menjerat lima orang sebagai tersangka.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, penyidik menemukan sejumlah fakta terkait dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan kegiatan di bank bjb. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan uang yang berasal dari fee agensi pengadaan iklan.

BacaJuga

Harga Minyak Indonesia Turun, Pasokan Dunia Membaik

Selat Hormuz Mau Dibuka, Iran Minta AS Penuhi 5 Syarat

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Masjid Istiqlal Masuk Bursa, OJK & BEI Beri Penjelasan

Malaysia Terbanyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara, Vietnam Kalahkan RI

Pelni Bangun 3 Kapal Senilai Rp4,5 Triliun

“Ada fakta di proses penyidikan saat ini itu ada fakta-fakta bahwa kegiatan di bjb yang saat itu berjalan itu ada temuan pelanggaran perbuatan melawan hukum oleh hasil auditnya,” kata Taufik, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, dana yang berasal dari fee agensi tersebut diduga digunakan untuk kepentingan tertentu. KPK masih menelusuri secara lebih jauh penggunaan dana tersebut.

KPK juga mendalami dugaan adanya dana nonbujeter di bank bjb yang digunakan untuk kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat dugaan penggunaan dana tersebut terjadi, Jawa Barat dipimpin Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat itu telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“Tentunya ada keperluan-keperluan lain yang digunakan oleh bank bjb terkait dengan kepentingan di luar operasional yang semestinya. Misalnya ada penggunaan untuk ke Pemprov itu juga sedang didalami oleh tim,” ujar Taufik.

Selain itu, penyidik menemukan dugaan aliran dana melalui pihak nominee. KPK masih mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi penerima atau perantara aliran dana tersebut.

“Kemudian juga ada aliran-aliran yang ditemukan diduga itu adalah pihak nominee. Nah, ini sedang didalami,” katanya.

Salah satu nama yang turut didalami penyidik adalah Lisa Mariana Presley Zulkandar. Dia telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Taufik mengatakan penggunaan pihak nominee menjadi salah satu fokus pengembangan penyidikan. Namun, KPK belum mengungkap secara rinci identitas maupun jumlah dana yang diduga mengalir melalui pihak tersebut.

“Kami belum bisa sampaikan secara detail, nanti kita tunggu saja pengembangannya karena ini sudah ditahan tentunya ada masa waktu, ada batas waktu penahanan yang mesti disegerakan oleh tim penyidik,” jelasnya.

4 Tersangka Ditahan

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Empat di antaranya telah ditahan mulai Senin (10/8).

Keempat tersangka tersebut yakni Pemimpin Divisi Change Management Office bank bjb sekaligus eks Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb periode 2020-2024, Widi Hartoto.

Kemudian Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri sekaligus Pemilik PT Antedja Muliatama, Ikin Asikin Dulmanan; Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres, Suhendrik; serta Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama, Elang Sophan Jaya Kusuma.

Keempatnya ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 10 hingga 29 Agustus 2026. Mereka ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama bank bjb periode 2019 hingga Maret 2025, belum ditahan.

KPK sedianya juga akan melakukan penahanan terhadap Yuddy. Namun, yang bersangkutan menyampaikan sedang sakit dan meminta agar jadwal penahanannya ditunda.

Taufik mengatakan penyidik akan terlebih dahulu menindaklanjuti informasi mengenai kondisi kesehatan Yuddy.

“Jika benar sakit, maka akan diatur jadwal ulang. Namun, jika alasan tersebut dibuat-buat, maka akan dilakukan upaya paksa penangkapan,” tegasnya.

KPK juga sebelumnya telah memeriksa mantan Anggota V BPK RI Ahmadi Noor Supit pada Agustus 2025 terkait perkara tersebut. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari pendalaman penyidik terhadap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana bank bjb. []

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kenapa Investor Tak Tertarik Investasi Hulu Migas?

Harga Minyak Indonesia Turun, Pasokan Dunia Membaik

Jakarta - Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan mulai pulihnya arus pasokan minyak dunia mendorong penurunan harga minyak mentah...

3 WNI ABK Hilang di Selat Hormuz Usai Kapal Tenggelam, Ini Kata Kemlu

Selat Hormuz Mau Dibuka, Iran Minta AS Penuhi 5 Syarat

ASPEK.ID, JAKARTA - Iran menyebut kesepakatan dengan Oman terkait pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir mencapai tahap final. Namun,...

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

Persita Rekrut Gelandang asal Spanyol Tyronne del Pino

ASPEK.ID, JAKARTA - Persita Tangerang resmi merekrut gelandang serang asal Spanyol, Tyronne del Pino untuk memperkuat skuad dalam menghadapi musim...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In