ASPEK.ID, JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan dampak pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah menyerap 1,3 juta warga miskin menjadi tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu contoh transformasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak hanya membiayai program, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru.
“Ini terserap dalam waktu yang sangat cepat,” kata Cak Imin di Jakarta, Selasa (27/10/2026.
Menurut Cak Imin, pola kerja BGN memperlihatkan bahwa belanja negara dapat memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita berharap APBN itu semua begitu. APBN dikeluarkan serupiah pun harus memiliki aspek pemberdayaan,” ujar Cak Imin.
Selain menyerap 1,3 juta warga miskin menjadi pekerja, Cak Imin menyebut 148 pengusaha baru lahir dari ekosistem ekonomi yang dibangun melalui BGN.
Menurutnya, kemunculan pelaku usaha tersebut menjadi bukti bahwa penggunaan APBN dapat memberikan efek berganda, tidak hanya menjalankan program pemerintah tetapi juga menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Ini artinya investasi pengusaha baru dan ekosistem ekonomi terbangun dalam waktu yang sangat cepat. Itu yang disebut kerja APBN,” kata Cak Imin.
Atas capaian tersebut, Cak Imin menempatkan BGN sebagai salah satu model terbaik pemberdayaan masyarakat yang berbasis APBN.
“Kalau yang APBN juara terbesarnya, tertingginya adalah yang dilakukan oleh BGN,” jelas Cak Imin.
















