ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan sejumlah alokasi anggaran untuk kementerian dan lembaga (K/L) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Sejumlah K/L mendapat anggaran lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, sementara beberapa lainnya justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2027, mayoritas kementerian dan lembaga mengalami perubahan alokasi anggaran dari 2026 ke 2027. Penyesuaian tersebut dilakukan di tengah kondisi perekonomian global yang masih dibayangi ketidakpastian.
“Perekonomian dunia pada tahun 2027 diperkirakan masih akan menghadapi dinamika yang kompleks dan tingkat ketidakpastian yang tinggi,” demikian dikutip dari ringkasan eksekutif buku tersebut, Rabu (19/8/2026).
Salah satu lembaga dengan alokasi anggaran terbesar adalah Badan Gizi Nasional (BGN). Meski masih menjadi lembaga dengan anggaran tertinggi, pagu BGN pada 2027 turun menjadi Rp 240,2 triliun, dari Rp 268 triliun pada 2026.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) justru memperoleh tambahan anggaran. Pada 2027, anggaran Kemenhan tercatat sebesar Rp 189,01 triliun, naik dari Rp 187,1 triliun pada 2026.
Kenaikan anggaran juga terjadi pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Anggaran Kemendikdasmen naik sekitar 9% menjadi Rp 61,1 triliun pada 2027, dari sebelumnya Rp 56,6 triliun pada 2026.
Sementara itu, anggaran Kemendiktisaintek meningkat sekitar 6,5%, dari Rp 61,8 triliun pada 2026 menjadi Rp 65,1 triliun pada 2027.
Berikut daftar lengkap 10 kementrian lembaga dengan pos anggaran tertinggi di RAPBN 2027:
1. BGN
Rp268 triliun (2026)
Rp240,2 triliun (2027)
2. Kemhan
Rp187,1 triliun (2026)
Rp189,01 triliun (2027)
3. Polri
Rp146,05 triliun (2026)
Rp139,1 triliun (2027)
4. KemenPU
Rp118,5 trilliun (2026)
Rp114,5 triliun (2027)
5. Kemenkes
Rp114 triliun (2026)
Rp102,1 triliun (2026)
6. Kemenag
Rp88,8 triliun (2026)
Rp87,6 trilliun (2027)
7. Kemensos
Rp84,4 triliun (2026)
Rp84,7 triliun (2027)
8. Kemendiktisaintek
Rp61,8 triliun (2026)
Rp65,1 triliun (2027)
9. Kemendikdasmen
Rp56,6 triliun (2026)
Rp61,1 triliun (2027)
10. Kemenkeu
Rp52,01 trilliun (2026)
Rp49,8 triliun (2027)
















