• Latest
  • Trending
Centratama Akuisisi 1.054 Menara XL Axiata

Biaya Pembangunan BTS di Papua Meningkat Imbas Gangguan

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Ribuan Kopdes Dibangun di Lahan Sawah Dilindungi

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Kabulkan Gugatan Pasal Penghinaan kepada Presiden

Indosat Ooredoo PHK 677 Karyawan

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Tiru China, RI Jaring 17 Juta Turis Asing

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Mengapa Mulut Terbuka saat Tidur?

Kurang Gerak Picu Penurunan Fungsi Otak

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah: Tidak Ada Pajak Rumah Sewa

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Tekankan BUMN Jangan Cuma Jadi Pemain Lokal

RI Kena Tarif AS 10 persen, Mendag; Negara Lain 12 Persen

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Biaya Pembangunan BTS di Papua Meningkat Imbas Gangguan

by Aspek
Desember 29, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, TEKNOLOGI
Centratama Akuisisi 1.054 Menara XL Axiata

Ilustrasi. [Dok. PT XL Axiata Tbk]

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku dana pembangunan base transceiver system (BTS) di Papua sudah melebihi anggaran. Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar mengatakan hal ini dikarenakan banyak BTS yang sebenarnya sudah dibangun setengah jadi, tetapi harus diganti karena perusakan atau vandalisme oleh kelompok anti pemerintah RI.

“Sekarang pun itu sudah bengkak karena mereka sudah dibangun setengah jadi, kemudian karena ada kasus-kasus keamanan atau vandalisme, itu terpaksa harus ganti lagi,” ujar Fadhilah atau Indah kepada wartawan, Kamis (28/12/2023).

BacaJuga

Ribuan Kopdes Dibangun di Lahan Sawah Dilindungi

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Indah mengaku, setiap membangun di daerah pedalaman pasti akan memakan anggaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya. Indah mencontohkan dengan kasus Palapa Ring Timur yang berlokasi di Papua. Menurutnya, saat pertama kali direncanakan, Palapa Ring Timur diperkirakan hanya memakan anggaran sekitar Rp2-2,2 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya, anggaran bisa membengkak hingga Rp10 miliar.

“Karena perbaikannya harus menggunakan helikopter, itu sangat besar biayanya,” ujar Indah. 

Deputi Project Directur PT SEI, salah satu kontraktor pembangunan BTS di Papua, Agus Purnama mengatakan ada satu unit BTS di Papua yang bahkan dirobohkan oleh pihak yang bersebrangan dengan pemerintah RI. 

Agus bercerita, saat itu perusahaannya menerima laporan terkait sinyal internet yang terputus di Distrik Yotadi, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Oleh karena itu, saat ingin pulang Agus dan tim menggunakan helikopter melihat site yang seharusnya menjadi tempat menara BTS. Agus mengaku mereka juga tidak berani untuk memantau BTS tersebut secara langsung karena lokasinya yang berada di zona merah.

Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika dilihat menara BTS yang sudah rubuh, berikut dengan banyaknya alat-alat hilang karena dicuri. Padahal, perangkat sudah terpasang dan siap untuk on air.

“Itu kan pake guide mask. Selingnya itu yang ditarik. (Barang-barang) itu sudah hilang,” ujar Agus.

Agus pun memperkirakan kerugiannya bisa mencapai Rp1,5 miliar, jika mengikuti harga kontrak.

Komentar
Share31Tweet20SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kemendagri:  Kota Besar di Dunia Berlomba  Terapkan TI

Indonesia Masuk Negara Internet Termurah di Dunia

Jakarta - Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan internet termurah di dunia pada 2026. Berdasarkan laporan terbaru Broadband Genie yang...

Kemendagri:  Kota Besar di Dunia Berlomba  Terapkan TI

145 Juta WNI Belum Pakai Internet

Global System for Mobile Communication (GSMA) melaporkan sekitar 53% atau 145 juta masyarakat Indonesia belum menggunakan internet kendati wilayah yang...

Kemendagri:  Kota Besar di Dunia Berlomba  Terapkan TI

Nazar Patria Bantah Internet Dimatikan Jelang Ganjar ke Papua

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan telah memeriksa jaringan internet lewat Network Operation Center (NOC) di Papua...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In