Bjorka menyebarkan data pribadi alias doxing terhadap kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), Hinsa Siburian.
Dalam postingan di Telegram itu, Bjorka memajang foto Hinsa dalam seragam tentara. Sang hacker menyertakan tangkapan layar berita online berjudul “Anggaran BSSN Naik Jadi Rp624 M, ‘Berkah’ Bjorka?” dalam versi terjemahan ke Bahasa Inggris.
“Mari kita tanya orang tua ini uang itu akan dipakai untuk apa,” tulis Bjorka dalam threadnya di Breached Forum.
Data pribadi Ketua BSSN yang dibocorkan Bjorka ini sedikit berbeda dibanding data-data pribadi pejabat tinggi Indonesia yang sebelumnya pernah dibocorkan. Perbedaannya ada pada tambahan satu baris data yang berisi kendaraan yang dimiliki.
Sementara itu tampaknya data yang lainnya masih tetap sama, misalnya sertifikat vaksin yang data terakhirnya masih dari tahun 2021.
Bjorka sudah mengaktifkan lagi grup Telegramnya yang baru, yang sebelumnya sempat tidak aktif selama beberapa waktu. Ia pun kembali menegaskan kalau sampai saat ini ia tidak mempunyai akun Twitter baru.
“Jika ada akun yang menggunakan nama saya, berarti ini akun palsu,” tulis Bjorka di forum tersebut.





















