• Latest
  • Trending
Eks Kepala BAIS Sebut Pengawas Intelijen DPR Tak Berguna

Eks Kepala BAIS Sebut Pengawas Intelijen DPR Tak Berguna

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

Bangkit Lawan Persebaya, Persija Kini Fokus Perbaiki Finishing

Presiden Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Ketua Harian

Puan hingga Demokrat Buka Suara soal Isu Reshuffle

Absen Rapat, Komisi II Lapor Menkumham ke Presiden

DPR Beberkan 10 Isu Krusial di RUU Pemilu 2026

Pramono Lantik 11 Pejabat DKI, Kadishub Jadi Walkot Jaksel

Pramono Lantik 11 Pejabat DKI, Kadishub Jadi Walkot Jaksel

Datangi Polda Metro, Rismon Sianipar Sepakat Damai Kasus Ijazah Jokowi

Kubu Rismon Sebut SP3 Kasus Ijazah Jokowi Sudah Final

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Jadwal Haji 2026 Dimulai 22 April, Pemulangan Tuntas 1 Juli

Khofifah Tunjuk Ahmad Baharudin Jadi Plt Bupati Tulungagung

Indonesia Bidik Pasokan Energi dari Rusia di Tengah Gejolak Global

Indonesia Bidik Pasokan Energi dari Rusia di Tengah Gejolak Global

Kejagung Telusuri Aliran Dana Kasus POME, Dua Money Changer Digeledah

Kejagung Geledah Rumah 7 Tersangka Korupsi Petral, Sejumlah Dokumen Disita

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

PN Solo Nyatakan Gugatan Ijazah Jokowi Tak Bisa Diterima

Menteri HAM Tunjuk Sofia Alatas Jadi Plt Dirjen Instrumen HAM

Menteri HAM Tunjuk Sofia Alatas Jadi Plt Dirjen Instrumen HAM

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Eks Kepala BAIS Sebut Pengawas Intelijen DPR Tak Berguna

by Muhammad Fadhil
April 16, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS
Eks Kepala BAIS Sebut Pengawas Intelijen DPR Tak Berguna

Soleman Ponto. Foto: RMOL

ASPEK.ID, JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto mengkritik keberadaan tim pengawas intelijen di DPR RI. Ia menilai fungsi pengawasan tersebut tidak efektif karena terbentur sifat kerja intelijen yang sangat rahasia.

Ponto menyebut sejak awal dirinya sudah meragukan manfaat pembentukan pengawas intelijen di parlemen. Menurutnya, aktivitas intelijen tidak bisa dilihat secara langsung sehingga sulit untuk diawasi secara terbuka.

“Di DPR kok ada pengawas intelijen? Coba cari tulisan lama. Sejak itu dimunculkan, saya sudah bilang, enggak ada manfaatnya itu pengawas itu. Kenapa? Ya itu tadi. Tidak kelihatan, yang kelihatan belum tentu itu kok,” kata Ponto dalam Seminar Intelijen di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (15/4).

BacaJuga

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Bangkit Lawan Persebaya, Persija Kini Fokus Perbaiki Finishing

Puan hingga Demokrat Buka Suara soal Isu Reshuffle

DPR Beberkan 10 Isu Krusial di RUU Pemilu 2026

Pramono Lantik 11 Pejabat DKI, Kadishub Jadi Walkot Jaksel

Kubu Rismon Sebut SP3 Kasus Ijazah Jokowi Sudah Final

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia kemudian mengibaratkan intelijen sebagai alat yang tidak memiliki kehendak sendiri. Dalam analoginya, intelijen adalah pisau, sementara pengambil keputusan adalah pihak yang memegangnya.

“Analogi dasar antara orang dan pisau. Pisau digunakan oleh orang. Oke? Alat ini tidak punya kehendak. Yang punya kehendak adalah orang. Nah, di sini sama. Intelijen itu adalah pisau. Alat yang mengikuti pemegangnya. Oke, ini satu. Jadi intelijen itu adalah si pisau yang mengikuti orangnya. Yang bertanggung jawab itu adalah orangnya, bukan pisaunya,” jelasnya.

Menurut Ponto, jika DPR ingin menjalankan fungsi pengawasan, maka yang harus dimintai pertanggungjawaban adalah pimpinan lembaga atau pejabat yang menggunakan intelijen, bukan operasional di lapangan.

Ia menegaskan DPR hanya bisa menilai kinerja institusi secara umum, bukan menelusuri detail aktivitas internal, apalagi operasi intelijen.

“Nah, di sini saya buktikan. Si DPR hanya bisa melihat si kementerian ini, kinerjanya. Tetapi isinya di dalam ini, unit yang ada bekerja, tidak mungkin bisa dibaca,” ujarnya.

Ponto mengakui pembentukan tim pengawas intelijen memang berangkat dari fungsi DPR dalam pengawasan dan penganggaran. Namun secara praktik, hal itu sulit dijalankan dalam konteks intelijen.

“Dan di situ DPR juga fungsinya apa sih? Anggaran dan pengawasan. Kenapa sampai ke sana? Kalau kita ini mau ngambil secara hukum ya,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara teori intelijen, DPR tidak memiliki kewenangan untuk mengakses informasi sensitif seperti operasi, sumber, maupun metode intelijen.

“Tapi kalau kita mengambil secara teori intelijen, ya begini. Tidak mungkin DPR akan masuk ke dalam kementerian. Karena intelijen ini rahasia. DPR tidak kewenangan untuk meminta laporan, mengawasi operasi, sumber, metode intelijen, orang yang mana aja yang kamu ikuti semalam. Ya enggak mungkinlah dikasih. Kalaupun dikasih, belum tentu benar,” imbuhnya. []

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

ASPEK.ID, JAKARTA - Juru Bicara DPP PSI, I Putu Yoga Saputra, mengonfirmasi adanya kader Partai NasDem yang akan bergabung ke...

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

Bangkit Lawan Persebaya, Persija Kini Fokus Perbaiki Finishing

ASPEK.ID, JAKARTA - Persija Jakarta mulai menemukan momentum usai mengalahkan Persebaya Surabaya 3-0 pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026....

Presiden Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Ketua Harian

Puan hingga Demokrat Buka Suara soal Isu Reshuffle

ASPEK.ID, JAKARTA - Wacana reshuffle atau kocok ulang kabinet kembali mencuat. Sejumlah pimpinan fraksi di DPR pun angkat suara, meski...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Jubir Bocorkan Ada Eks NasDem Gabung ke PSI

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

Bangkit Lawan Persebaya, Persija Kini Fokus Perbaiki Finishing

Presiden Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Ketua Harian

Puan hingga Demokrat Buka Suara soal Isu Reshuffle

Absen Rapat, Komisi II Lapor Menkumham ke Presiden

DPR Beberkan 10 Isu Krusial di RUU Pemilu 2026

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In