ASPEK.ID, JAKARTA – BUMN Pangan PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) menandatangani kontrak pengadaan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga berupa pikap dan truk dari pabrikan otomotif India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sebanyak 35.000 unit akan dipasok oleh Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya disuplai Tata Motors melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai sarana dan prasarana logistik KDKMP yang pembangunannya dipercepat oleh Agrinas bersama TNI.
Hingga kini, tercatat 30.597 unit KDKMP tengah dibangun, dan 1.207 unit di antaranya telah rampung 100 persen.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan nilai total kontrak pengadaan tersebut mencapai Rp24,66 triliun. Ia menyebut angka itu berpotensi lebih besar apabila seluruh kendaraan dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Menurut Joao, pengadaan dilakukan dengan prinsip efisiensi, efektif, dan tepat guna sebagaimana amanah Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Agrinas juga menekankan prinsip fairness atau kewajaran dalam menentukan pilihan produk.
“Kita pastikan, pada saat nanti, masyarakat akan memiliki harga yang paling fair untuk mereka. Karena fair itu sangat penting bagi masyarakat ke depan. Mereka akan memiliki pilihan lebih banyak, kita berikan masyarakat pilihan,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/2/2026).
“Silahkan para produsen berkompetisi secara fair juga. Sehingga uang mereka (masyarakat) memberikan nilai yang maksimal terhadap produktif yang akan mereka dapat nanti,” sambung Joao.
Joao menjelaskan, keputusan impor juga dipengaruhi keterbatasan pasokan dalam negeri.
“Jadi, bisa dibilang hampir semua produk nasional sudah habis. Dari Mitsubishi, dari Hino maupun dari Isuzu. Ketika mereka tidak bisa men-supply lagi baru kita datangkan dari Tata. Supaya tujuan kegiatan ini bisa juga tercapai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekitar 80-90 persen produksi karoseri nasional telah terserap untuk kebutuhan program KDKMP. Meski demikian, Agrinas memastikan kebijakan impor tidak akan mengganggu rantai distribusi dan kebutuhan pelaku usaha logistik lainnya.
“Dengan melakukan impor ini, kita tidak menghilangkan atau tidak memutus mata rantai distribusi yang selama ini berjalan. Kita pastikan ke depan ini, distribusi untuk Koperasi Merah Putih akan berjalan dengan sempurna, berjalan dengan baik,” katanya.
“Dan teman-teman yang selama ini melakukan kegiatan di bidang industri logistik itu pun tetap terdukung dengan fasilitas kendaraan-kendaraan yang sudah mampu kita produksi di sini,” tambahnya.
Klaim Lebih Murah 50 Persen
Terkait harga, Joao mengaku terikat perjanjian kerahasiaan (NDA) dengan Mahindra dan Tata sehingga tidak dapat membeberkan detail nilai satuan kendaraan.
“Kami mendatangkan NDA dengan perusahaan Mahindra maupun dengan Tata. Karena kita beli dalam bulk, dalam jumlah yang banyak, harganya hampir 50% lebih murah daripada produk 4×4 yang beredar sekarang di pasaran di Indonesia. Jadi itu yang menjadi salah satu patokan kami,” ungkap Joao.
Agrinas memastikan setiap unit KDKMP akan mendapatkan satu kendaraan operasional.
“Sekarang sudah tiba, sudah kita distribusikan juga sebanyak 200, kemudian minggu depan akan tiba lagi 400. Dan sampai akhir bulan ini akan tiba 1000 unit. Kita akan terus segera langsung kita distribusikan ke tempat-tempat yang sudah siap maupun ke tempat-tempat yang belum siap,” terangnya.
“Kita akan langsung taruh di Kodim-Kodim, sehingga ketika koperasinya sudah siap langsung kita lakukan mobilisasi ke Koperasi di mana kita akan bagikan. Setiap kooperasi akan dapat satu unit,” pungkas Joao. []
























