ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan mentoleransi pegawai yang bekerja setengah hati dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut seluruh personel, termasuk dirinya sendiri, dapat digantikan apabila tidak menjalankan tugas secara maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat memimpin apel mingguan bersama para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar secara daring melalui Zoom, Sabtu (1/8/2026).
“Semua orang bisa diganti, termasuk saya, termasuk semua orang di sini ya, semuanya bisa diganti, masih ada jutaan di luar sana yang menginginkan posisi sebagai P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) kepala dapur SPPG,” kata Sudaryono.
Sudaryono mengingatkan para Kepala SPPG agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, BGN akan melakukan pembenahan terhadap sumber daya manusia dengan menyingkirkan mereka yang dinilai tidak memiliki komitmen dalam menyukseskan program MBG.
“Jadi saya minta, kita singkirkan orang-orang yang punya hati tidak baik, kita saatnya kita bersih bersih, kita punya tim yang baru. Kemudian tim yang baru ini adalah tim yang betul-betul ingin kerja pakai hati,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga menyoroti kedisiplinan peserta apel. Ia meminta jajaran yang tidak mengikuti apel tanpa alasan yang jelas untuk didata dan diberikan sanksi.
Menurutnya, pegawai yang mangkir dari apel mingguan akan dikenai surat peringatan. Bahkan, apabila pelanggaran terus berlanjut, BGN tidak menutup kemungkinan menjatuhkan sanksi berupa mutasi.
“Yang tidak hadir tidak ada alasan untuk tidak hadirnya, untuk kemudian kita beri surat peringatan. Kepada Karo SDM untuk diberikan surat peringatan, maka untuk berikutnya bisa mutasi, anda bisa kami mutasi untuk di manapun. Jangan kemudian merasa anda tidak bisa tergantikan,” katanya. []
















