ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) resmi melantik sejumlah pejabat eselon I dan II dalam langkah strategis memperkuat arsitektur kepemimpinan lembaga. Pelantikan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (24/2), dipimpin langsung Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.
Turut hadir Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dan Aminuddin Ma’ruf, serta jajaran direksi perusahaan pelat merah.
Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa fase baru transformasi tata kelola BUMN tengah dimulai. Struktur diperkuat, konsolidasi dipercepat.
“Pelantikan ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang dan menjadi bentuk komitmen penuh kita semua untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan BUMN ke depan,” kata Dony.
Dalam arahannya, Dony menekankan bahwa transformasi tidak cukup dengan perubahan struktur semata. Diperlukan komitmen kolektif, disiplin eksekusi, serta keberanian meninggalkan praktik lama yang tidak lagi relevan dengan tuntutan tata kelola modern.
“Menjadi pejabat bukan saatnya menikmati jabatan, melainkan saatnya bekerja lebih keras dan menghadapi tantangan yang semakin besar,” ujar dia.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa jabatan struktural di BP BUMN bukan sekadar posisi administratif, melainkan peran strategis dalam mengawal agenda reformasi korporasi negara.
BP BUMN juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan BPI Danantara dalam ekosistem pengelolaan BUMN. Peran keduanya dirancang saling melengkapi.
BP BUMN berfungsi sebagai perumus kebijakan dan arah strategis, sementara Danantara mengemban mandat pengelolaan operasional perusahaan-perusahaan BUMN. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi dan meningkatkan daya saing BUMN di tingkat global.
Agenda paling ambisius yang tengah disiapkan adalah restrukturisasi besar-besaran terhadap entitas BUMN. Saat ini, jumlah entitas tercatat lebih dari 1.000 perusahaan dan anak usaha. Ke depan, jumlah tersebut akan disederhanakan menjadi sekitar 200 hingga 300 entitas.
Langkah konsolidasi dilakukan melalui berbagai aksi korporasi seperti merger, divestasi, likuidasi, hingga restrukturisasi menyeluruh. Skema ini disebut sebagai restrukturisasi korporasi terbesar dalam sejarah pengelolaan BUMN.
Target akhirnya adalah menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih ramping, efisien, transparan, dan fokus pada penciptaan nilai (value creation).
Di tengah agenda besar tersebut, Dony kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme.
“Saya meminta komitmen dan kerja keras seluruh jajaran untuk meninggalkan legacy terbaik bagi negara,” ujar dia.
Pelantikan pejabat eselon I dan II ini menjadi fondasi awal untuk memastikan agenda transformasi berjalan konsisten. Dengan struktur yang diperkuat dan arah kebijakan yang semakin tegas, BP BUMN menargetkan tata kelola perusahaan negara yang lebih adaptif dan berorientasi hasil, demi kontribusi optimal bagi negara dan masyarakat.
Daftar pejabat eselon I BP BUMN yang dilantik:
Wahyu Kuncoro – sekretaris utama
Rabin Indrajad Hattari – deputi bidang kebijakan dan strategi
Wahyu Setyawan – deputi bidang sumber daya manusia dan keberlanjutan
Endra Gunawan – deputi bidang peningkatan nilai BUMN
Hambra – deputi bidang fasilitasi dan sinergi pembangunan
Rini Widyastuti – deputi bidang hukum dan kepatuhan
Daftar pejabat eselon II BP BUMN yang dilantik:
Rachman Ferry Isfianto – inspektur
Susi Meyrista Br Tarigan – kepala biro perencanaan dan keuangan
Faturohman – kepala biro organisasi dan sumber daya manusia
Wahyu Wibowo – kepala biro administrasi dan umum
YB Priyatmo Hadi – kepala biro komunikasi dan hubungan kelembagaan
Anindita Eka W – kepala pusat data dan informasi
K. Seno Pamungkas – pelaksana tugas kepala pusat transformasi dan analisis kebijakan
Abdi Mustakim – direktur perencanaan strategis
Abdi Mustakim – pelaksana tugas direktur kebijakan tata kelola BUMN
Romy Marcandi – direktur kebijakan kinerja BUMN
Muhammad Rizal Kamal – direktur manajemen sumber daya manusia BUMN
Edi Eko Cahyono – direktur tanggung jawab sosial dan lingkungan
Edi Eko Cahyono – pelaksana tugas direktur keberlanjutan
Bin Nahadi – direktur pengelolaan nilai BUMN ketahanan energi dan infrastruktur
Rainoc – direktur peningkatan nilai BUMN ketahanan pangan dan industri strategis
Widia Jessti – pelaksana tugas direktur pengelolaan nilai BUMN keuangan, telekomunikasi, dan jasa
Fadjar Judisiawan – direktur fasilitasi dan sinergi pembangunan bidang ketahanan energi
Liliek Mayasari – direktur fasilitasi dan sinergi pembangunan bidang ketahanan pangan
M. Khoerur Roziqin – direktur pengelolaan perusahaan umum (perum)
Bastian – direktur peraturan perundang-undangan
Anas Puji Istanto – pelaksana tugas direktur hukum
M. Taufiq – direktur kepatuhan BUMN
























