• Latest
  • Trending
Arab Saudi Uji Coba Umrah 4 Oktober

BPS: Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2026 Tertinggi Sejak 2019

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Awasi Penerapan Digital ID, Nezar Patria: Lindungi Konsumen dan Pengguna Layanan

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun di Paruh Pertama 2024

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Anak Usaha Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp4 Triliun

Pemerintah Dorong Waskita Karya Jadi Operator Tol

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Investasi Rp44,75 Triliun ke JBS Group di Australia & Selandia Baru

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Kemayoran, 33 Unit Damkar Dikerahkan

Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran, 100 Personel Damkar Dikerahkan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BPS: Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2026 Tertinggi Sejak 2019

by Aspek
Agustus 7, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Arab Saudi Uji Coba Umrah 4 Oktober

Jamaah melempar jumrah saat prosesi haji dengan menjaga jarak atau social distancing karena pandemi Covid-19. [Foto: Reuters]

Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai rekor tertinggi sejak 2019. Bersamaan dengan capaian impresif tersebut, BPS secara resmi merombak metodologi pengukuran agar lebih komprehensif melalui transisi menuju Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa berdasarkan perhitungan metode lama atau Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI), skor layanan di luar negeri pada 2026 mencapai 91,45. Capaian ini naik signifikan apabila dibandingkan dengan skor pada 2025 yang berada di level 88,46.

BacaJuga

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

“Peningkatan pada tahun 2026 merupakan skor tertinggi dalam deretan pengukuran sejak 2019,” ungkapnya dalam paparan hasil survei, Kamis (6/8/2026).

Amalia, menambahkan bahwa lompatan indeks pada tahun ini terbilang sebagai yang terbesar dibandingkan dengan tren kenaikan pada tahun-tahun sebelumnya. Secara umum, jemaah haji Indonesia menilai seluruh pelayanan yang diberikan masuk dalam kategori “Sangat Memuaskan”.

BPS turut menyempurnakan metode perhitungan survei kepuasan layanan haji. Amalia menjelaskan bahwa metode IKJHI sebelumnya memiliki tiga keterbatasan. Pertama, metode pengukuran lama hanya menilai kualitas layanan ketika jemaah berada di luar negeri. Kedua, pendekatan pengukuran hanya berfokus pada hasil atau output dari layanan. Ketiga, metodologi yang digunakan masih mengacu pada regulasi penyelenggaraan yang lama.

BPS memperkenalkan IKLHI yang dirancang dengan pendekatan jauh lebih komprehensif, dengan membawa tiga pembaharuan. Pertama, indeks baru ini mengukur layanan baik saat berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kedua, penilaian tidak hanya berorientasi pada output, melainkan juga mengevaluasi secara langsung proses pelayanan itu sendiri. Ketiga, metode ini telah disesuaikan dengan regulasi terbaru, termasuk dengan memasukkan layanan kesehatan sebagai dimensi pengukuran baru untuk layanan di luar negeri.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut data sensus ekonomi yang sudah terkumpul 86 persen. "Sudah mencapai 86 persen. Artinya, kita...

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Nilai Produk...

Ekspor Juli 2020 Lebih Tinggi dari Juni 2020

BPS: RI Inflasi Tahunan 2,88 Persen pada Juli 2026

Jakarta -  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In