Jakarta-Strategi penyehatan fundamental PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memasuki babak baru seiring mencuatnya rencana pemerintah mengubah arah bisnis perseroan bakal didorong bertransformasi dari bisnis jasa konstruksi menjadi operator jalan tol. Opsi banting setir ini dipandang sebagai jalan keluar untuk melepaskan BUMN tersebut dari jebakan krisis arus kas.
Dalam perkembangannya, manajemen Waskita Karya mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapat petunjuk teknis resmi terkait rencana tersebut. Direktur Operasi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Ari Asmoko mengaku belum dapat memberikan komentar mengingat rencana itu masih dalam tahap pembahasan, baik dengan BP BUMN maupun BPI Danantara.
“Belum, belum ada arahan [lanjutan],” ujarnya singkat dikutip dari Bisnis, Jumat (7/8/2026).
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proses restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) untuk memperkuat fokus pada bisnis pengusahaan jalan tol. Penajaman model bisnis BUMN karya tersebut dinilai krusial guna membangun pondasi keuangan yang sehat dan berkelanjutan melalui arus kas pendapatan berulang (recurring income) jangka panjang.
“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujarnya.
Dony menegaskan bahwa langkah restrukturisasi perseroan tidak dirancang sekadar untuk memperpanjang tenor kewajiban utang atau menunda masalah keuangan. Nantinya, penyehatan WSKT dipastikannya disusun berbasis kalkulasi realistis dan terukur, mencakup valuasi aset, struktur pembayaran utang, hingga proyeksi arus kas.
Dia menambahkan, sektor pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek bisnis teruji yang sanggup memperkuat kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansialnya secara mandiri.
Lebih lanjut, kondisi keuangan WSKT dipastikan harus pulih terlebih dahulu sebelum memasuki fase ekspansi guna memulihkan kepercayaan pemangku kepentingan dan pasar modal. Melalui tata kelola yang membaik serta struktur modal yang lebih kuat, Waskita diharapkan dapat bertransformasi menjadi entitas BUMN konstruksi yang berdaya saing tinggi.
















