Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut data sensus ekonomi yang sudah terkumpul 86 persen.
“Sudah mencapai 86 persen. Artinya, kita memang tidak pernah tahu jumlah pelaku usaha atau kegiatan di lapangan. Kita tidak akan pernah tahu, apalagi UMKM itu sangat dinamis, hari ini ada, besok tidak ada, atau sekarang tidak ada, besok ada. Jadi, ibaratnya kita tidak pernah tahu populasinya,” Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI Moh. Edy Mahmud di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2025)
BPS menargetkan, data yang akan terkumpul nantinya mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir Agustus nanti.
Oleh karena itu, sensus ekonomi 2026 dilakukan untuk mendata seluruh UMKM yang ada. Ateng bilang, sampai 7 Agustus 2026, Usaha Mikro Kecil (UMK) yang baru terdata di sensus ekonomi sekitar 14,7 persen atau sekitar 3,9 juta.
“Kemudian, ada juga usaha dalam keluarga, kalau usaha dalam keluarga ini kemungkinannya lebih kecil, itu sudah sekitar 33,8 juta. Kemudian usaha menengah sudah sekitar 4,7 persen,” sambung Edy.
BPS RI memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mengumpulkan data agar mencapai 100 persen.
“Prinsipnya, kita berusaha mendata door-to-door, rumah ke rumah kita datangi supaya semuanya tercatat dan jangan ada yang terlewat,” pungkas Ateng.















