• Latest
  • Trending
Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Populasi Lansia Jepang Tertinggi di Dunia

Wapres Gibran Lepas Kepulangan Siswi Terduga Korban MBG dari RSCM

Wapres Gibran Sayangkan Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Tim SAR Temukan Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Basarnas Tambah 12 Penyelam untuk Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

TNI Ringkus Wakil Komandan Batalyon OPM Saat Tiba di Bandara

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Raup Transaksi Rp 2,4 M

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Blokir 1.117 Nopol Kendaraan Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi

FOTO: Apel Korps Prajurit Wanita TNI Hari Kartini 2021

5 Oktober TNI, Prabowo Resmikan 5 Kodam Baru

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

by Aspek
Agustus 5, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Pekerja menata beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional Meulaboh, Aceh Barat. [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas]

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Perum Bulog mencatat dampak berganda (multiplier effect) dari pengadaan dan pengelolaan pangan mencapai Rp 48,54 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp 34,99 triliun sepanjang 2025 dan dinilai memperkuat aktivitas ekonomi nasional, mulai dari sektor pertanian hingga distribusi pangan.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, peningkatan multiplier effect tersebut mencerminkan luasnya aktivitas ekonomi yang tercipta dari penyerapan hasil panen petani, pengolahan, penyimpanan, logistik, distribusi, hingga perdagangan pangan.

BacaJuga

Populasi Lansia Jepang Tertinggi di Dunia

Wapres Gibran Sayangkan Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Basarnas Tambah 12 Penyelam untuk Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8

TNI Ringkus Wakil Komandan Batalyon OPM Saat Tiba di Bandara

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Raup Transaksi Rp 2,4 M

“Nilai multiplier effect dari kegiatan pengadaan dan pengelolaan pangan Bulog tercatat sebesar Rp 34,99 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp 48,54 triliun pada semester I 2026,” kata Rizal dikutip dari Antara, Selasa (4/8/2026).

Menurut Rizal, Bulog terus menjalankan peran strategis sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, menstabilkan harga, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP).

Penugasan pemerintah kepada Bulog tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan stok pangan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi berlapis dari tingkat petani hingga konsumen.

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2025 Bulog berhasil menyerap 4,53 juta ton gabah kering panen (GKP), yang menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Penyerapan tersebut tidak hanya memperkuat stok beras nasional, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Rizal mengatakan di sektor hulu, penyerapan gabah memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani. Sementara di sektor hilir, Bulog menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Multiplier effect tersebut menunjukkan kebijakan pangan pemerintah melalui Bulog mampu membangun siklus ekonomi yang saling menguatkan,” ucap Rizal.

Ia menambahkan, ketika aktivitas produksi, pengolahan, penyimpanan, logistik, dan distribusi bergerak secara bersamaan, manfaat ekonominya akan meluas ke berbagai sektor.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Bulog menetapkan harga eceran tertinggi beras SPHP sebesar Rp 12.500 per kilogram di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Sementara untuk wilayah Sumatera lainnya, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan ditetapkan Rp 13.100 per kilogram, sedangkan Maluku dan Papua sebesar Rp 13.500 per kilogram.

Sepanjang 2025, Bulog menyalurkan 795,5 juta kilogram beras SPHP dan 719,3 juta kilogram bantuan pangan. Adapun pada semester I 2026, penyaluran mencapai 627,56 juta kilogram beras SPHP dan 676,28 juta kilogram bantuan pangan.

Program tersebut menghasilkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. SPHP menciptakan penghematan belanja masyarakat sebesar Rp 1,99 triliun pada 2025 dan Rp 1,57 triliun pada semester I 2026. Sementara bantuan pangan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat sebesar Rp 11,96 triliun pada 2025 dan Rp 11,24 triliun pada semester I 2026.

Menurut Rizal, kontribusi Bulog tidak hanya diukur dari besarnya stok pangan yang dikelola, tetapi juga dari perlindungan terhadap petani, stabilitas harga, pengendalian inflasi pangan, hingga penguatan daya beli masyarakat.

“Semua manfaat tersebut menjadi bagian dari kontribusi Bulog terhadap perekonomian nasional,” tegas Rizal.

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

El Nino Hingga 2027, 49 Juta Warga Dunia Berisiko Rawan Pangan

Jakarta,- Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan pola cuaca El Nino yang menguat dapat mendorong setidaknya 49 juta orang ke kerawanan...

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan periode Juli,...

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog Ajak Masyarakat Tahu  Mutu Beras Standar

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak masyarakat memahami mutu beras sesuai standar, agar tidak tertipu label...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In