• Latest
  • Trending
Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

AFF Cup 2026: Indonesia Tak Punya Pilihan Selain Kalahkan Singapura

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Hampir 714 Ribu Jiwa

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Setiap Kopdes Terima Fasilitas Senilai Rp 3 Miliar

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Kemenkeu Ambil Alih Kepemilikan 60 persen saham di Kereta Cepat Whoosh

Ganja Diusulkan Jadi Komoditas Ekspor, Ini Respon Istana

Provinsi di Nepal Legalkan Ganja untuk Medis

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonom Ragukan Angka Pertumbuhan Ekonomi Versi Pemerintah

CPNS Buka Lowongan Kerja di 8 Instansi pada Juni

Mendagri: Tiga Solusi Pemda yang Sulit Bayar Gaji PPPK

Gelar RUPS, Ini Profil 3 Calon Dirut BTN

Purbaya Tambah Rp70 Triliun ke Bank Milik Negara

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes: Saya Merasa Gagal Terkait Pasien BPJS Viral

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

by Aspek
Agustus 5, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Pekerja menata beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional Meulaboh, Aceh Barat. [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas]

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Perum Bulog mencatat dampak berganda (multiplier effect) dari pengadaan dan pengelolaan pangan mencapai Rp 48,54 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp 34,99 triliun sepanjang 2025 dan dinilai memperkuat aktivitas ekonomi nasional, mulai dari sektor pertanian hingga distribusi pangan.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, peningkatan multiplier effect tersebut mencerminkan luasnya aktivitas ekonomi yang tercipta dari penyerapan hasil panen petani, pengolahan, penyimpanan, logistik, distribusi, hingga perdagangan pangan.

BacaJuga

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

AFF Cup 2026: Indonesia Tak Punya Pilihan Selain Kalahkan Singapura

Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Hampir 714 Ribu Jiwa

Setiap Kopdes Terima Fasilitas Senilai Rp 3 Miliar

“Nilai multiplier effect dari kegiatan pengadaan dan pengelolaan pangan Bulog tercatat sebesar Rp 34,99 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp 48,54 triliun pada semester I 2026,” kata Rizal dikutip dari Antara, Selasa (4/8/2026).

Menurut Rizal, Bulog terus menjalankan peran strategis sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, menstabilkan harga, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP).

Penugasan pemerintah kepada Bulog tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan stok pangan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi berlapis dari tingkat petani hingga konsumen.

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2025 Bulog berhasil menyerap 4,53 juta ton gabah kering panen (GKP), yang menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Penyerapan tersebut tidak hanya memperkuat stok beras nasional, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Rizal mengatakan di sektor hulu, penyerapan gabah memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani. Sementara di sektor hilir, Bulog menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Multiplier effect tersebut menunjukkan kebijakan pangan pemerintah melalui Bulog mampu membangun siklus ekonomi yang saling menguatkan,” ucap Rizal.

Ia menambahkan, ketika aktivitas produksi, pengolahan, penyimpanan, logistik, dan distribusi bergerak secara bersamaan, manfaat ekonominya akan meluas ke berbagai sektor.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Bulog menetapkan harga eceran tertinggi beras SPHP sebesar Rp 12.500 per kilogram di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Sementara untuk wilayah Sumatera lainnya, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan ditetapkan Rp 13.100 per kilogram, sedangkan Maluku dan Papua sebesar Rp 13.500 per kilogram.

Sepanjang 2025, Bulog menyalurkan 795,5 juta kilogram beras SPHP dan 719,3 juta kilogram bantuan pangan. Adapun pada semester I 2026, penyaluran mencapai 627,56 juta kilogram beras SPHP dan 676,28 juta kilogram bantuan pangan.

Program tersebut menghasilkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. SPHP menciptakan penghematan belanja masyarakat sebesar Rp 1,99 triliun pada 2025 dan Rp 1,57 triliun pada semester I 2026. Sementara bantuan pangan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat sebesar Rp 11,96 triliun pada 2025 dan Rp 11,24 triliun pada semester I 2026.

Menurut Rizal, kontribusi Bulog tidak hanya diukur dari besarnya stok pangan yang dikelola, tetapi juga dari perlindungan terhadap petani, stabilitas harga, pengendalian inflasi pangan, hingga penguatan daya beli masyarakat.

“Semua manfaat tersebut menjadi bagian dari kontribusi Bulog terhadap perekonomian nasional,” tegas Rizal.

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan periode Juli,...

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog Ajak Masyarakat Tahu  Mutu Beras Standar

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak masyarakat memahami mutu beras sesuai standar, agar tidak tertipu label...

Prabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Hadapi El Nino, Pemerintah Buka Peluang Insentif untuk Sektor Pangan

Jakarta -  Pemerintah membuka peluang memberikan stimulus dan berbagai kemudahan bagi sektor pangan untuk mengantisipasi dampak potensi El Nino yang...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In