ASPEK.ID, JAKARTA – Calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menuntaskan tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR pada Rabu (11/3).
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian proses seleksi. Ia menyatakan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPR sebagai lembaga yang memiliki kewenangan menentukan hasil uji kelayakan tersebut.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada DPR. Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” ujar Kiki kepada wartawan usai mengikuti fit and proper test.
Kiki menjelaskan keputusannya maju sebagai calon pimpinan OJK didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap lembaga tersebut. Apalagi, OJK sempat mengalami kekosongan kepemimpinan dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya terpanggil melihat kekosongan kepemimpinan di OJK beberapa tahun yang lalu, dan kebetulan saya sudah berada di dalam lembaga ini,” katanya.
Menurutnya, sektor jasa keuangan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik dari dinamika ekonomi domestik maupun global. Kondisi tersebut membuatnya merasa terpanggil untuk turut mengambil peran dalam memperkuat lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.
“Jadi saya merasa terpanggil untuk memimpin OJK, menakhodai OJK pada saat-saat yang tidak mudah seperti saat ini. Untuk itu saya memohon dukungan dari semua pihak,” jelasnya.
Dalam pemaparannya di hadapan anggota Komisi XI DPR, Kiki juga menyinggung peringatan dari lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memengaruhi sentimen pasar terhadap Indonesia.
Ia menilai sinyal yang disampaikan MSCI perlu menjadi perhatian regulator agar kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional tetap terjaga. Menurutnya, setiap perubahan persepsi dari lembaga global dapat berdampak langsung terhadap pergerakan pasar, terutama di sektor pasar modal.
Karena itu, penguatan kebijakan serta koordinasi antar lembaga dinilai penting guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mempertahankan daya tarik investasi di Indonesia.
Sebagai bagian dari visi kepemimpinannya di OJK, Kiki mengajukan delapan program prioritas yang ditujukan untuk memperkuat sektor jasa keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Delapan program tersebut meliputi menjaga stabilitas sektor keuangan nasional, memulihkan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan, mendorong sektor keuangan agar lebih berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, memperkuat pengawasan terintegrasi, mempercepat pendalaman pasar keuangan nasional, meningkatkan perlindungan konsumen, memperkuat kelembagaan dan tata kelola internal OJK, serta meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Kiki, salah satu fokus penting dalam program tersebut adalah memperdalam pasar keuangan nasional. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus meningkat.
“Terutama bagaimana kita mendorong pendalaman pasar keuangan. Kalau kita ingin mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, tentu dibutuhkan pembiayaan yang sangat besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan pembiayaan pembangunan tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh sektor perbankan. Oleh sebab itu, pasar modal perlu diperkuat agar mampu menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang yang lebih beragam.
“Tentu saja itu tidak bisa hanya mengandalkan sektor perbankan. Terkait hal itu kita perlu melakukan pendalaman pasar keuangan, khususnya di pasar modal, untuk menyediakan pembiayaan jangka panjang,” tambahnya.
Melalui penguatan pasar modal dan berbagai program yang diusulkan, Kiki berharap sektor jasa keuangan Indonesia dapat menjadi lebih tangguh, inklusif, dan memiliki daya saing global.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat serta berkelanjutan.
“Ke depan kita ingin memastikan sektor jasa keuangan tidak hanya stabil, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara optimal,” katanya. []
























