ASPEK.ID, JAKARTA – Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk mulai bangkit dan menunjukkan arah perbaikan pada awal 2026. Namun, tekanan finansial yang tercermin dalam laporan keuangan 2025 masih membayangi, dengan kerugian bersih mencapai US$ 319,39 juta.
Badan Pengelola Investasi Danantara menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan situasi terkini. Pasalnya, langkah intervensi berupa suntikan dana baru dilakukan menjelang akhir 2025.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa dampak kebijakan tersebut baru akan terlihat pada tahun berjalan.
“Itu kan problem yang dibukukan hari ini merupakan pendapatan 2025. Intervensi yang kita lakukan baru pada akhir 2025. Dampaknya akan terlihat pada awal 2026. Nanti akan terlihat pada kuartal I 2026 dan kuartal II 2026,” kata Dony, Senin (30/3).
Sepanjang 2025, salah satu beban utama Garuda berasal dari tingginya jumlah pesawat yang tidak beroperasi (grounded). Kondisi ini tetap menimbulkan biaya besar, terutama dari sisi sewa, meskipun armada tidak menghasilkan pendapatan.
Di sisi lain, proses maintenance, repair, and overhaul (MRO) yang memakan waktu panjang turut memperlambat optimalisasi operasional.
Menurut Dony, situasi tersebut kini mulai membaik. Jumlah pesawat grounded berangsur turun, dan semakin banyak armada yang kembali mengudara—meski belum sepenuhnya pulih.
“Sebelum intervensi Danantara, jumlah pesawat yang grounded cukup tinggi. Sekarang mulai berkurang dan lebih banyak yang kembali beroperasi, meski belum mencapai 100%,” ujarnya.
Indikasi pemulihan juga terlihat dari kinerja anak usaha, Citilink, yang sudah mencatatkan hasil positif pada kuartal I 2026. Hal ini menjadi sinyal awal bahwa perbaikan mulai merata di dalam grup.
Meski begitu, Danantara menegaskan bahwa pemulihan Garuda tidak cukup hanya mengandalkan suntikan dana. Transformasi bisnis secara menyeluruh tetap menjadi kunci agar maskapai pelat merah tersebut bisa kembali sehat secara berkelanjutan.
“Kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tidak cukup hanya dengan suntikan dana, tetapi juga transformasi bisnis,” tegasnya. []























