ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan langkah strategis untuk menekan beban utang BUMN Karya yang dinilai sudah terlalu besar. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melepas bisnis di luar lini inti perusahaan.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan sejumlah aset non-core akan didivestasikan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan pelat merah di sektor konstruksi tersebut.
“Kita beberapa yang non-core daripada BUMN Karya Itu akan kita lepas untuk menurunkan utangnya, karena hutangnya kan terlalu besar ya. Jadi beberapa yang non-related dengan bisnis mereka sebagai karya Itu akan dilepas,” terang Dony, Rabu (29/4).
Menurutnya, beberapa BUMN Karya saat ini memiliki lini usaha yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis konstruksi, seperti fiber optik, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga jalan tol. Aset-aset tersebut menjadi kandidat utama untuk dilepas.
Langkah divestasi ini dinilai penting agar perusahaan bisa kembali fokus pada bisnis inti sekaligus menyehatkan kondisi keuangan. Setelah itu, Danantara baru akan melanjutkan dengan proses konsolidasi melalui merger.
“Ini akan kita divestasikan dulu Sehingga itu untuk menurunkan hutang-hutang mereka. Nanti setelah dia bersih baru kita akan melakukan merger,” katanya.
Dony menambahkan proses divestasi tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan penilaian dari pihak independen. Namun, pihaknya tetap menargetkan seluruh proses dapat rampung dalam tahun ini.
“Ya pasti tahun ini akan selesai, karena memang divestasi ini kan butuh waktu, kita juga tentu ada KJPP, kita tidak boleh juga melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama sekali menurunkan kewajiban daripada karya-karya ini sebelum nanti mereka dikonsolidasikan,” jelasnya. []























