ASPEK.ID, YOGYAKARTA – Polisi mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dalam penggerebekan yang dilakukan, petugas menemukan adanya balita yang tangan dan kakinya diikat.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan pihaknya melihat langsung kondisi tersebut saat melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4).
“Benar pada tanggal 24 kemarin kita telah melakukan penggerebekan di mana itu tempat penitipan anak di mana petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, Sabtu (25/4).
Ia menjelaskan, bentuk perlakuan tidak manusiawi itu di antaranya dengan mengikat tangan dan kaki anak-anak yang masih balita.
“Secara kesimpulan itu tidak manusiawi karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan,” imbuhnya.
Dari hasil pendataan sementara, polisi menemukan puluhan anak diduga menjadi korban kekerasan di daycare tersebut. Jumlahnya mencapai lebih dari 50 anak.
“Kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang. By data ya,” ucap dia.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap puluhan orang yang diamankan saat penggerebekan.
“Dari tadi malam sampai dengan detik ini juga masih dilakukan pemeriksaan pendalaman oleh unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak),” jelas Adrian.
Total sekitar 30 orang tengah diperiksa, terdiri dari pengelola yayasan, pengasuh daycare, hingga petugas keamanan.
Hingga kini, pihak daycare Little Aresha belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus kekerasan tersebut. []























