ASPEK.ID, JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu gangguan distribusi.
Anggota DEN M Kholid Syeirazi mengatakan pasokan energi saat ini tetap terjaga karena PT Pertamina (Persero) terus melakukan stabilisasi stok melalui mekanisme distribusi yang berjalan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, angka cadangan sekitar 20–23 hari yang sering disebut bukan berarti stok BBM akan habis setelah periode tersebut. Cadangan itu merupakan cadangan operasional yang bersifat sirkuler dan selalu diperbarui.
“Untuk itu masyarakat diminta tenang, tidak panik dan tidak melakukan penimbunan karena justru akan berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3).
Menurutnya, dalam sistem ketahanan energi nasional terdapat tiga jenis cadangan, yakni cadangan strategis, cadangan penyangga energi, serta cadangan operasional.
Cadangan operasional merupakan stok yang disiapkan oleh badan usaha, dalam hal ini Pertamina, untuk menjamin kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Stok ini bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui pasokan dari produksi domestik maupun impor.
Sementara itu, cadangan penyangga energi bersifat mandatori dan disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE).
Kholid menegaskan ketersediaan BBM nasional saat ini mencukupi, termasuk menjelang Idulfitri. Cadangan Pertalite tercatat sekitar 28 hari, sementara Pertamax sekitar 29 hari. Pasokan avtur juga dilaporkan dalam kondisi aman.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Stok sekitar 20 hari itu sifatnya sirkuler. Ketika ada barang keluar, akan ada pasokan yang masuk kembali,” kata dia.
Selain menjaga stok, Pertamina juga terus meningkatkan produksi melalui kegiatan pengeboran, eksplorasi, serta upaya penambahan cadangan energi nasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan cadangan sekitar 20 hari yang dimaksud pada dasarnya merupakan inventory operasional yang tersimpan di fasilitas penyimpanan.
Menurutnya, stok tersebut akan terus diperbarui seiring distribusi BBM kepada masyarakat.
“Kalau hari ini dijual, Pertamina tentu akan mendatangkan pasokan yang sama bahkan lebih, karena bisnis mereka harus terus berjalan,” ujarnya.
Komaidi menambahkan cadangan operasional BBM Indonesia relatif lebih baik dibandingkan beberapa negara di kawasan. Vietnam, misalnya, memiliki cadangan operasional sekitar 15 hari, sementara Laos sekitar 10 hari.
Karena itu, ia menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Pertamina tentu sudah mempersiapkan distribusi dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri. Saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” kata Komaidi. []
























