ASPEK.ID, MALUKU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59), tewas usai ditikam pria tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4).
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah korban tiba menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Ambon sekitar pukul 10.45 WIT. Nus Kei sempat bertemu keluarga di area depan pintu keluar bandara.
Namun, beberapa menit kemudian, seorang pria mengenakan jaket merah dan masker tiba-tiba menyerang korban dengan senjata tajam.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang tunggu bandara dalam kondisi terluka. Namun, ia akhirnya terjatuh akibat kehilangan banyak darah.
Petugas bandara yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Sementara itu, keluarga korban sempat berupaya mengejar pelaku, tetapi gagal karena pelaku melawan dan melarikan diri.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawa Nus Kei tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang.
Diketahui, Nus Kei berada di Maluku Tenggara untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.
Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini. Dua orang pelaku berinisial HR (28) dan FU (39) telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan pihaknya masih mendalami motif penyerangan tersebut.
“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” kata Rositah dalam keterangan tertulis, Senin (20/4).
Ia menambahkan, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto telah menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tutur dia. []























