ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menegaskan Indonesia belum perlu jaringan internet 5G dalam waktu dekat.
Pasalnya, konsumsi data internet relatif rendah. Konsumsi internet yakni rata-rata 10 Gigabyte (Gb) pada 2020. Sementara Korea Selatan 200-300 GB.
“Memang tingkat konsumsi data internet kita terus tumbuh, tapi saat ini belum setinggi di Korea Selatan, jadi masih perlu waktu menjadi 5G. Belum terlalu perlu dalam waktu dekat,” ungkap Ririek di acara Akselerasi Pemulihan Ekonomi secara virtual, Selasa (26/1/2021).
Ririek menyatakan pertimbangan rata-rata penggunaan data internet, Indonesia belum perlu jaringan internet 5G karena keperluan dari sisi industri juga belum tinggi. Secara keseluruhan kebutuhannya masih sangat bisa ditutup oleh jaringan internet 4G.
“Kalau untuk short term memang bagi Indonesia belum terlalu perlu karena use case belum terlalu banyak. Katakan untuk dukung industri 4.0, banyak case belum cukup memadai, jadi gunakan platform 4G dulu saja,” katanya.
Ririek mengatakan hal ini bukan berarti Indonesia tidak perlu 5G di masa mendatang. Kebutuhan tentu akan meningkat, apalagi akan ada perkembangan teknologi baru.
“Tapi yang penting saat ini adalah bagaimana konektivitas bekerja, kemudian untuk berbagai sektor barang kali memerlukan layanan yang lebih mumpuni, bisa gunakan 5G,” pungkasnya.














