ASPEK.ID, JAKARTA – Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Indonesia terkait perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk tambang Grasberg yang dioperasikan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Kesepakatan ini membuka jalan perpanjangan hak operasi tambang Grasberg di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, setelah 2041.
Berdasarkan pernyataan resmi FCX, kedua pihak sepakat mengamandemen IUPK sebagai dasar perpanjangan operasi.
“Di bawah MoU tersebut, para pihak sepakat, antara lain IUPK akan diamandemen untuk memberikan perpanjangan masa hak operasi tambang,” bunyi pernyataan resmi FCX, dikutip Kamis (19/2).
Dalam MoU tersebut, FCX juga menyepakati divestasi tambahan sebesar 12% saham PTFI kepada Pemerintah Indonesia pada 2041.
Divestasi ini disebut dilakukan tanpa biaya akuisisi saham. Namun terdapat ketentuan bahwa pihak yang mengakuisisi saham tersebut wajib mengganti biaya pro-rata yang telah dikeluarkan FCX menggunakan nilai buku atas investasi menguntungkan setelah 2041.
“FCX akan mengalihkan 12% sahamnya di PTFI kepada pihak Pemerintah pada tahun 2041 tanpa biaya, dengan syarat pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro-rata yang dikeluarkan FCX menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah tahun 2041. FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76% hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37% mulai tahun 2042,” bunyi pernyataan resmi FCX tersebut.
Saat ini hingga 2041, FCX masih memegang 48,76% saham di PTFI. Dengan divestasi tersebut, kepemilikan FCX akan turun menjadi sekitar 37% mulai 2042.
Komitmen Sosial dan Ekspansi
Selain perpanjangan operasi dan perubahan struktur kepemilikan, MoU juga mencakup peningkatan dukungan kepada masyarakat Papua.
PTFI disebut akan meningkatkan dukungan finansial untuk pembangunan rumah sakit baru serta dua fasilitas pendidikan medis.
Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan belanja eksplorasi serta mempercepat studi pengembangan sumber daya jangka panjang dan peluang ekspansi.
Di sisi hilirisasi, PTFI akan tetap memprioritaskan penjualan domestik produk olahan seperti tembaga, logam mulia, dan asam sulfat.
“PTFI akan terus memprioritaskan hilirisasi domestik melalui penjualan lokal tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya. PTFI juga akan diposisikan untuk memperluas pemasaran tembaga olahannya ke Amerika Serikat (AS) dengan ketentuan pasar jika AS membutuhkan pasokan tembaga tambahan,” ungkap pernyataan FCX.
Chairman FCX Richard C. Adkerson serta Presiden dan CEO FCX Kathleen Quirk menegaskan komitmen kemitraan jangka panjang dengan Indonesia.
“Kami menghargai kemitraan jangka panjang kami dengan Pemerintah Indonesia, rakyat Indonesia dan Papua, serta kepercayaan bersama yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Operasi Grasberg telah memberikan manfaat substansial kepada semua pemangku kepentingan selama enam dekade sejarahnya, dan perpanjangan ini akan memberikan peluang untuk terus membangun nilai substansial bagi semua pemangku kepentingan di salah satu deposit tembaga dan emas paling signifikan di dunia.”
Perpanjangan hak operasi ini masih menunggu penerbitan IUPK yang telah diamandemen oleh Pemerintah Indonesia. PTFI disebut segera menyelesaikan proses permohonan perpanjangan sesuai ketentuan yang telah disepakati. []
























