ASPEK.ID, JAKARTA – KPK menyita uang tunai Rp 2 miliar dari eks Direktur Utama PT Len Industri Bobby Rasyidin terkait kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023.
“Benar, dalam penyidikan perkara ini, salah satunya telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp 2 miliar, dari salah seorang saksi BR (Bobby Rasyidin),” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (5/11/2026).
Bobby sudah pernah dipanggil KPK sebagai saksi dalam perkara korupsi digitalisasi SPBU pada Mei 2025 lalu.
KPK tengah mengusut dugaan korupsi digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023 yang menjerat tiga tersangka. Tiga orang tersangka itu telah ditahan pada April 2026, mereka adalah Dian Rachmawan (DR), Weriza (WER), dan Elvizar (EL).
Kasus ini bermula saat pada Agustus 2018, terdapat kesepakatan tentang Digitalisasi SPBU dengan nilai proyek maksimal sebesar Rp 3,6 triliun atau Rp15,25 per liter, antara PT Pertamina dengan PT Telkom.
KPK menyebutkan, poses pengadaan diwarnai dengan pengkondisian penentuan vendor tunggal.
Sebelum dilakukan pengadaan di PT Telkom, pada September 2018, Dian Rachmawan bertemu dengan sejumlah calon vendor pengadaan Digitalisasi SPBU terkait kebutuhan Electronic Data Capture (EDC) yang dapat memfasilitasi pembayaran secara nontunai dan Automatic Tank Gauge (ATG) atau alat yang dipasang untuk mengukur volume BBM dalam tangki secara otomatis yang dapat mengirimkan informasi ke data center.
Elvizar selaku pemilik PT PCS melakukan pengondisian agar perusahaannya dipilih jadi vendor pengadaan dengan cara melobi direksi Telkom dan anak perusahaan.
Ia diduga memberikan sekitar Rp 2 miliar kepada pihak PT ASK agar mengundurkan diri dari proses pemilihan vendor sehingga PT PCS menjadi satu-satunya vendor penyedia EDC melalui arahan Weriza.
Kemudian Dian Rachmawan melalui Weriza meminta anak perusahaan menunjuk vendor tertentu agar proses pengadaan hanya jadi formalitas. Selain itu, dalam pelaksanaannya, Elvizar juga mengubah perangkat-perangkat pengadaan.














