Jakarta- Kebakaran Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026), membuat aktivitas perkantoran di dalam gedung terganggu. Sejumlah sistem pemerintahan yang berada di gedung tersebut juga ikut terdampak.
Sekitar 1.000 ASN Terdampak Gedung Dinas Teknis Bapenda bukan hanya ditempati oleh pegawai Bapenda. Sejumlah perangkat daerah juga berkantor di gedung tersebut. Di antaranya Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), serta Bank Jakarta. Total terdapat sekitar 1.000 ASN yang sehari-hari bekerja di gedung tersebut. Gedung yang terbakar membuat ASN tidak dapat bekerja dengan pola normal seperti sebelum kejadian.
Pemprov DKI menyiapkan beberapa alternatif tempat dan pola kerja. Salah satunya melalui mekanisme WFH secara bergantian. Dengan pola tersebut, pekerjaan pemerintahan tetap dapat berjalan tanpa seluruh pegawai harus berada di gedung.
ASN Bisa WFH atau Berkantor di Lokasi Lain. GUbernur Jakarta Pramono menginstruksikan ASN yang berkantor di Gedung Dinas Teknis Bapenda tetap menjalankan tugas meskipun aktivitas di gedung terganggu.
Selain WFH secara bergantian, para ASN dapat berkantor di Suku Dinas wilayah kota maupun memanfaatkan aset lain milik Pemprov DKI Jakarta.
“Menginstruksikan seluruh ASN yang berkantor di gedung ini agar tetap bekerja melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, atau berkantor di Suku Dinas Wilayah Kota, serta memanfaatkan aset Pemprov DKI Jakarta lainnya,” kata Pramono.
Skema tersebut diterapkan agar kebakaran tidak sampai menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
















