ASPEK.ID, JAKARTA – Wacana “menjatuhkan” Presiden Prabowo Subianto yang dilontarkan pengamat politik Saiful Mujani menuai respons keras dari Partai Golkar.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menilai narasi wacana menggulingkan Prabowo tersebut tidak hanya tidak tepat, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat luas.
Ia mengibaratkan pemerintahan sebagai kereta yang tengah berjalan menuju tujuan.
“Jangan menghentikan kereta yang sedang melaju, karena kereta berjalan pada rel yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan,” kata Sarmuji kepada wartawan, Rabu (8/4).
Menurutnya, jika “kereta” itu dipaksa berhenti, dampaknya justru akan dirasakan oleh rakyat sebagai penumpang utama.
“Nanti yang protes bukan masinis, melainkan penumpang. Kalau kereta berhenti, yang dirugikan adalah rakyat kebanyakan,” ucapnya.
Sarmuji menegaskan, kepemimpinan nasional saat ini telah berjalan melalui mekanisme konstitusional. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemerintahan yang ada.
“Kita sudah memiliki sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan konstitusional. Pemerintah di bawah kepemimpinan presiden Prabowo sedang berusaha keras mencapai visinya sekaligus mendekati tujuan negara menciptakan masyarakat adil dan sejahtera,” ujar dia.
Video Viral dan Respons Istana
Pernyataan Saiful Mujani sebelumnya ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia berbicara soal opsi menjatuhkan Prabowo sebagai jalan menyelamatkan bangsa.
“Saya alternatifnya bukan, bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu. Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Saiful Mujani dalam video viral seperti dilihat, Minggu (5/4).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memilih tidak memperpanjang polemik. Ia menegaskan pemerintah saat ini tengah fokus pada agenda besar.
“Wah, saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, Presiden lebih memprioritaskan pekerjaan strategis ketimbang merespons dinamika yang berkembang di ruang publik.
“Apalagi Bapak Presiden, ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis dan ya gitu,” ucapnya. []























