ASPEK.ID, MALUKU – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Selasa (19/5) pagi. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 800 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terjadi sekitar pukul 09.24 WIT. Gunung api dengan ketinggian 2.125 meter di atas permukaan laut itu menyemburkan abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan arah sebaran abu terpantau condong ke barat laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut,” kata Lana, Selasa (19/5).
Aktivitas erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 4 menit 1 detik.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih berada pada Status Level II atau waspada. Masyarakat maupun wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, larangan juga diberlakukan hingga radius 3,5 kilometer ke arah utara mengikuti bukaan kawah.
Badan Geologi turut mengimbau warga agar menggunakan masker dan kacamata ketika terjadi hujan abu vulkanik guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu.
“Badan Geologi juga meminta seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas suasana di masyarakat dengan tidak menyebarkan narasi bohong serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik tersebut.”
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memantau perkembangan terbaru aktivitas gunung api tersebut.
Sementara itu, warga di Pulau Halmahera diimbau rutin memantau informasi resmi aktivitas Gunung Ibu melalui aplikasi Magma Indonesia milik pemerintah. []






















