• Latest
  • Trending

Harga Patokan Ekspor Mineral Dipengaruhi Pandemi Covid-19 Secara Global

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Harga Patokan Ekspor Mineral Dipengaruhi Pandemi Covid-19 Secara Global

by REDAKSI
Maret 31, 2020
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Hingga akhir Maret 2020, pandemi Covid-19 yang terjadi secara global masih mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode April 2020.

Dibandingkan dengan HPE periode Maret 2020, beberapa komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 30 Tahun 2020, tanggal 23 Maret 2020.

“HPE produk pertambangan periode April 2020 mengalami penurunan pada beberapa komoditas diantaranya tembaga, timbal, seng, dan bauksit dikarenakan adanya wabah virus corona yang terjadi secara global,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan April 2020 adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata USD 75,02/WE atau naik sebesar 0,11%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD 38,33/WE atau naik sebesar 0,11%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 204,30/WE atau naik sebesar 2,04%,

Selanjutnya, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 44,79/WE atau naik sebesar 0,11%, dan konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 283,66 /WE atau naik sebesar 6,34%.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah
konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata USD 2.374,97/WE atau turun sebesar 1,78% , konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 751,46/WE atau turun sebesar 3,43%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD 471,26/WE atau turun sebesar 13,70%, dan Bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 22,51/WE atau turun sebesar 3,31%.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 993,94/WE tidak mengalami perubahan.

Menurut Wisnu, penetapan HPE periode April 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

Komentar
Share33Tweet21SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Ajak Heningkan Cipta untuk Korban Bencana di Daerah

Prabowo: Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN untuk Cegah Laporan Palsu

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis diterapkan guna membenahi...

Pelindo: Investor Dubai Operasikan Belawan

Danantara Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai Rp249 T

  Jakarta - Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pemerintah telah menganalisis sekitar 6.500 transaksi ekspor melalui platform...

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Jakarta - Ekspor produk nikel Indonesia berpotensi berkurang hingga 5 juta ton pada 2026 ini. Penurunan tersebut dipicu pengetatan produksi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In