ASPEK.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan penguatan signifikan. IHSG ditutup naik 100,12 poin atau 1,59% ke level 6.401,89.
Penguatan IHSG terjadi di tengah perhatian pasar terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan. Indeks menyentuh level terendah 6.267,41 sebelum berbalik arah dan terus menguat hingga mencapai level tertinggi sekaligus penutupan perdagangan di 6.401,89.
Salah satu pendorong utama penguatan indeks datang dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Saham BYAN melonjak 20% ke posisi Rp14.400 per saham, sekaligus menyentuh batas atas perdagangan harian.
Kenaikan BYAN memberikan kontribusi 44,13 poin terhadap IHSG. Angka tersebut menjadikan BYAN sebagai saham dengan sumbangan terbesar terhadap penguatan indeks pada perdagangan hari ini.
Selain BYAN, sejumlah saham turut menopang IHSG. Saham Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) memberikan kontribusi 10,66 poin, Maha Properti Indonesia (MPRO) 8,19 poin, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) 4,51 poin, dan Mora Telematika Indonesia (MORA) 4,15 poin.
Namun, tidak semua saham berakhir menguat. Barito Renewables Energy (BREN) menjadi saham yang paling banyak menahan laju IHSG dengan kontribusi negatif 3,93 poin. Setelahnya ada Bank Central Asia (BBCA) minus 2,49 poin dan Chandra Asri Pacific (TPIA) minus 1,18 poin.
Sektor Energi Paling Moncer
Dari sembilan sektor yang tercatat menguat, sektor energi menjadi yang paling tinggi kenaikannya, yakni 6,80%. Sektor kesehatan menyusul dengan penguatan 5,94%, sementara sektor properti naik 4,85%.
Sektor konsumer primer menguat 1,31%, teknologi 1,29%, konsumer non-primer 1,12%, bahan baku 0,86%, industri 0,78%, dan finansial 0,27%.
Sementara itu, sektor utilitas menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah dengan penurunan 1,34%.
Penguatan IHSG juga terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 354 saham ditutup menguat, sedangkan 277 saham melemah dan 332 saham lainnya stagnan.
Total volume perdagangan saham mencapai 31,08 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,39 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,73 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp11.243 triliun.
Asing Masih Net Sell
Di tengah penguatan IHSG, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pada sesi I perdagangan Jumat, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp377,63 miliar di seluruh pasar (all market).
Nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,84 triliun. Rinciannya, transaksi beli asing (foreign buy) tercatat Rp1,73 triliun, sementara transaksi jual asing (foreign sell) mencapai Rp2,11 triliun.
Dengan demikian, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini terjadi meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia. []














