• Latest
  • Trending
Teken Gross Split Blok Selat Panjang, RI Terima Bonus Rp 70 M

Indonesia Harus Ambil Pelajaran dari Krisis Energi di Inggris

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Kemenkeu Potong Anggaran BGN Rp38 T

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Survei: Pertamina BUMN yang Paling Diingat Publik

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Dirut Garuda Diganti Momentum Pembenahan Manajemen, Masih Rugi Rp2,03 T

Dukung MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Marine Perkuat Konektivitas Maritim Lombok

Dukung MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Marine Perkuat Konektivitas Maritim Lombok

Tim Gabungan Gerebek Dua Sarang Narkoba di Jakbar, 24 Orang Diamankan

Tim Gabungan Gerebek Dua Sarang Narkoba di Jakbar, 24 Orang Diamankan

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Program MBG Sudah Habiskan Anggaran Rp 153,2 Triliun

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Djaka Budhi: Cukai Minuman Manis Ditargetkan Berlaku 2027

Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Menkeu Suahasil; Pertumbuhan Global Melambat, Ekonomi Geopolitik Masih Memanas

KPK Beri Sinyal Periksa Konglomerat  Haji Isam

Haji Isam Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan Resources

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras Petani, Lampaui Target 2026

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Konsumsi Avtur di Jawa Tengah Alami Kenaikan

Jelang MotoGP Mandalika, Konsumsi Avtur di Lombok Naik 48%

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Indonesia Harus Ambil Pelajaran dari Krisis Energi di Inggris

by Zamzami Ali
Oktober 2, 2021
in ENERGI
Teken Gross Split Blok Selat Panjang, RI Terima Bonus Rp 70 M

Ilustrasi kilang minyak. [Foto: Thinkstock]

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah untuk mencermati betul penyebab krisis energi yang terjadi di Inggris dalam sepekan terakhir.

Indonesia harus mengambil pelajaran, sehingga tidak mengalami hal serupa di kemudian hari. Pasalnya akhir-akhir ini kebijakan serupa, yakni transisi energi dari fosil ke sumber energi bersih (energi baru terbarukan) yang tengah hangat-hangatnya dibahas pemerintah.

“Krisis energi di Inggris yang menjalar ke Eropa harus menjadi pelajaran bagi pengelolaan transisi energi kita, terutama terkait semangat untuk menghentikan lebih cepat operasi PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) dan menggenjot EBT (energi baru terbarukan),” ujar Mulyanto dalam Rapat Panja Listrik Komisi VII DPR RI dengan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dirut PLN, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9) lalu.

BacaJuga

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Pertamina Siapkan 7 SPBU di Jalan ke Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Hashim: Indonesia Siapkan Program Nuklir Sebagai Pilar Ketahanan Energi Nasional

Tender Proyek PLTN Pertama Indonesia Dibuka 2027

Qodari: Bangun 15 PLTS, Bisa Hemat APBN Rp4,6 Triliun/Tahun

Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional Tekan Impor LPG

Ia minta Kementerian ESDM, menyusun kebijakan dan program pengembangan ketahanan energi berdasarkan pada kepentingan energi nasional. Bukan sekedar ikut-ikutan tren dunia apalagi didikte pihak pemodal. 

Manajemen energi kita harus benar-benar berdasar pada national interest, bukan sekedar latah atau didikte keinginan pihak luar. Karena ujung-ujungnya yang akan merugi dan menjadi korban adalah rakyat dengan menanggung harga energi yang mahal.

“Dalam rangka mensejahterakan rakyat kita membutuhkan energi yang bersih dan murah. Apalagi sumber dayanya melimpah secara domestik,”tegasnya.

Dijelaskan Mulyanto, sebagai bagian dari masyarakat internasional, Indonesia tentu harus mengikuti aturan main internasional yang telah disepakati bersama secara fair. Namun di atas itu semua, kepentingan nasional terkait kesejahteraan masyarakat adalah yang utama.

Jangan sampai Indonesia didikte dan dipaksa mengikuti kemauan pihak luar, apakah melalui pemboikotan bank-bank internasional terhadap PLTU atau melalui kebijakan-kebijakan lain yang dapat merugikan masyarakat.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini mencontohkan kasus energi Inggris yang kembali ke batu bara adalah contoh aktual untuk Indonesia. Hukum besi dunia memang seperti itu. Di atas hukum internasional tetap ada hukum domestik, yakni nasional interest masing-masing negara.

“Tidak mungkin Inggris mengorbankan masyarakatnya, demi komitmen atas energi bersih mereka. Tetap yang utama adalah kesejahteraan rakyat mereka. Setiap negara fokus untuk memperjuangkan kepentingan nasional mereka. Kita pun harusnya demikian. Kesejahteraan masyarakat kita adalah hal yang utama.  Ini adalah national interest yang diamanatkan dalam pembukaan Konstitusi kita. Jangan mau dicocok-hidung oleh pihak asing. Termasuk dalam masalah energi,” papar legislator dapil Banten III tersebut.

Dalam dua pekan belakangan Inggris mengalami krisis pasokan energi. Hal ini disebabkan karena tidak mulusnya proses transisi energi mereka dari pembangkit listrik batu bara ke gas.

Akibatnya distribusi gas terganggu dan harga melambung, sehingga menyebabkan kelangkaan. Bahkan akibat gangguan tersebut maka produksi energi menjadi terbatas. Masyarakat Inggris kalut dan melakukan aksi panic buying.

Untuk mengatasi masalah tersebut Pemerintah Inggris akhirnya menetapkan kembali penggunaan batu bara untuk produksi energi. Indonesia juga tengah intens membahas kebijakan transisi energi ini dengan meningkatkan porsi pembangkit listrik dari sumber EBT dan mengurangi peran energi fosil.  Ditargetkan tahun 2060 Indonesia bebas dari emisi karbon.

Komentar
Share69Tweet43SendShareShare12Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PT Industri Nuklir Indonesia Buka Lowongan Kerja

Thailand Akan Bangun Energi Listrik Tenaga Nuklir

  ASPEK.ID, THAILAND  - Thailand berencana mengurangi ketergantungan terhadap gas alam impor dan memperbesar penggunaan energi terbarukan. Bahkan mereka juga...

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari

ASPEK.ID, JAKARTA - Indonesia masih bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pasalnya, produksi minyak dalam negeri belum...

Jubir SDM: Blok Masela Harus Menguntungkan Warga Lokal

Jakarta - Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyorot siapa yang paling diuntungkan dari proyek berskala besar blok Masela?Menurutnya, Proyek...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In