ASPEK.ID, JAKARTA – Indonesia terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau Economic and Social Council/ECOSOC Periode 2021-2023.
Pemilihan anggota ECOSOC PBB ini diselenggarakan di markas besar PBB di New York, USA, pada 17 Juni 2020. Indonesia sudah ditempatkan dalam Dewan Keamanan PBB (2019-2020), Dewan HAM PBB (2020-2022), dan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (2021-2023).
Pemilihan berlangsung tertutup di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-75. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemilihan dilakukan tanpa sidang plenary untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Juru Bicara Presiden, M. Fadjroel Rachman alam keterangan resminya di Jakarta mengatakan bahwa, hal ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia.
“Kepercayaan lembaga dan dunia internasional ini semakin mengukuhkan prinsip pemerintah di dalam pembukaan konstitusi UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Fadjroel Rachman, Kamis (18/6).
Dikatakannya, hal ini tak akan terwujud tanpa upaya dari Kementerian Luar Negeri di bawah pimpinan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beserta jajarannya.
Capaian ini tak terlepas dari dukungan kolaboratif Kabinet Indonesia Maju dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia, serta seluruh masyarakat Indonesia.
Indonesia mulai aktif pada 1 Januari 2021 dengan akhir keanggotaan pada 31 Desember 2023. Indonesia akan jadi anggota ECOSOC untuk yang ke-12 kalinya.
Terakhir kali Indonesia menjadi anggota adalah pada periode 2012-2014. Indonesia pernah menjadi Presiden ECOSOC tahun 1970 dan 2000 serta Wakil Presiden ECOSOC di tahun 1969, 1999 dan 2012.














