ASPEK.ID, JAKARTA – Regulator Inggris mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi 30 kasus peristiwa pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin AstraZeneca COVID-19.
Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan mengatakan tidak menerima laporan peristiwa pembekuan setelah penggunaan vaksin yang dibuat oleh BioNTech SE dan Pfizer Inc.
Dilansir dari Reuter, pejabat kesehatan mengatakan mereka masih percaya bahwa manfaat vaksin dalam pencegahan COVID-19 jauh lebih besar daripada kemungkinan risiko pembekuan darah.
Beberapa negara membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca sementara yang lain telah melanjutkan inokulasi, karena investigasi terhadap laporan pembekuan darah yang jarang terjadi.
Pada 18 Maret, regulator obat-obatan Inggris mengatakan bahwa ada lima kasus pembekuan darah otak yang langka di antara 11 juta suntikan yang diberikan.
Pada hari Kamis, ada 22 laporan trombosis sinus vena serebral, penyakit pembekuan otak yang sangat langka, dan 8 laporan peristiwa pembekuan lainnya yang terkait dengan trombosit darah rendah dari total 18,1 juta dosis yang diberikan.





















