ASPEK.ID, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam. Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) secara resmi mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Israel.
Serangan tersebut disebut sebagai gelombang pertama yang melibatkan rudal balistik serta pesawat tanpa awak (drone) dengan jangkauan strategis. Langkah ini diklaim sebagai respons langsung atas serangan yang sebelumnya dilancarkan terhadap wilayah dan kepentingan Iran.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari media Israel, The Times of Israel, IRGC menegaskan operasi ini merupakan aksi balasan.
“Serangan gelombang pertama rudal dan drone ekstensif ini dilakukan sebagai respons atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran.”
Dalam satu jam terakhir, sejumlah rudal balistik dilaporkan meluncur dari daratan Iran menuju berbagai target di Israel. Sirene peringatan serangan udara terdengar di sejumlah wilayah, dari bagian utara hingga selatan negara tersebut.
Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), segera meningkatkan status siaga. Warga diminta tetap berada di dekat ruang perlindungan bom seiring sistem pertahanan udara Iron Dome bekerja mencegat proyektil yang masuk.
Otoritas medis Israel menyatakan sejauh ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun luka akibat serangan langsung tersebut. Namun, situasi masih berkembang cepat dan aparat keamanan terus melakukan pemantauan intensif.
Eskalasi konflik semakin serius setelah Amerika Serikat resmi melibatkan diri secara militer dalam operasi terhadap Iran. Serangan Washington dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel, menandai babak baru konfrontasi terbuka antara kedua kubu.
Kekuatan udara AS yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah dilaporkan bergabung dengan Angkatan Udara Israel dalam operasi gabungan. Pesawat tempur jarak jauh serta rudal presisi tinggi milik Washington disebut menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis milik IRGC di dalam wilayah Iran.
Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk komitmen penuh Amerika Serikat dalam menjamin keamanan Israel dari ancaman eksternal.
Sejumlah laporan menyebutkan ledakan besar terdengar di beberapa kota utama Iran, termasuk wilayah pinggiran Teheran. Situasi ini menandai keterlibatan langsung Pentagon dalam konflik bersenjata melawan Iran — sebuah perkembangan yang memicu kekhawatiran luas akan potensi perang regional berskala besar.
Pengamat keamanan internasional menilai bahwa jika eskalasi terus berlanjut tanpa jalur diplomasi, konflik ini berisiko menyeret lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran perang terbuka.
Situasi hingga kini masih dinamis dan terus berkembang. []
























